Home / Budaya / Tempat Perlindungan dan Pertahanan Jepang di Plaju Berubah Bentuk

Tempat Perlindungan dan Pertahanan Jepang di Plaju Berubah Bentuk

Tempat perlindungan, tempat pertahanan dan tempat penyiksaan milik Jepang saat penjajahan Jepang di Palembang di Lorong Sikam, Jalan DI Panjaitan , Palju, Kecamatan SU II Palembang. BP/IST

Palembang, BP — Wanda Lesmana, Penggiat Budaya Dirjen Kebudayaan RI mengatakan
Di Lorong Sikam, Jalan DI Panjaitan, Plaju, Kecamatan SU II terdapat tempat perlindungan, tempat pertahanan dan tempat penyiksaan milik Jepang saat penjajahan Jepang di Palembang.

“Disitu dulu juga tempat penahanan warga dan tentara Belanda, warga Indonesia dan kabarnya ada pembesar TNI pernah di siksa disana,” katanya, Jumat (17/11).

Baca:  Makam Sultan Muhammad Mansyur, Tidak Ada Penerangan

Di lokasi tersebut menurutnya,  kini ditemukan ada dua lokasi perlindungan Jepang, rumah perlindungan Jepang yang di jadikan kost-kosan,” Satu jadi kos-kosan dan satu di timpa jadi rumah , dua tingkat, dan disitu ada gua atau lorong di rumah sebelahnya , aku belum masuk di sana,” katanya.

Selain itu juga,  ditemukan alas tank baja lebih dari enam dan hanya yang satu yang masih ada , terakhir yang ditemukan itu ruang penyiksaan yang sekarang dijadikan kotak sampah.

Baca:  Kisah Kolam Pemandian Putri Sultan Palembang Dalam BKB Yang Ditimbun Belanda

“Itu lebih ke Lorong Sikam tahu semua warga disana,” katanya.
Selain itu, banyak warga Negara Jepang yang sering datang ke lokasi,” Ditempat pak Hasanul itu orang Jepang banyak datang dan bawa peta nian dan mencari titik-titik kata pak Hasanul ingin mengecek sejarah mereka,” katanya.

Kini lokasi tersebut milik pribadi dan digunakan menjadi tempat tinggal pribadi.

“ Saya sudah konfirmasi dengan Ibu Rini dari BPCB Jambi , mereka masuk tahun 1990 dan sudah didata tapi kendalanya karena itu semua milik warga jadi susah untuk pengambilalihan,” katanya.

Baca:  Palembang Diserang Pasukan Inggris Melalui Kapal Induk HMS Illustrious

Pihaknya mendorong, minimal ada koordinasi dengan pemerintah kota terutama Dinas Kebudayaan Kota Palembang ,” Biarlah itu menjadi milik warga tapi tetap di jaga dan dipelihara dan di kasih tanda dan dirawat, tapi memang jauh-jauh lokasinya,” katanya.

Untuk lokasi tersebut tidak akan dijadikan cagar budaya karena hampir semua bangunan sudah berubah bentuk terutama lingkaranya hanya gua perlindungan itulah yang tidak berubah itu yang bisa diajukan cagar budaya karena didalamnya ada lubang segi empat tempat menembak yang kini ditutupi pohon-pohon. #osk

 

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...