Home / Olahraga / Juara Umum Harga Mati

Juara Umum Harga Mati Peras Keringat Jelang Detik-detik Kompetisi

ATLET: Climbing Palembang saat menjalani latihan rutin di Arena Panjat Tebing di Jakabaring Sport City (JSC), Kamis (16/11).

Palembang, BP– Perjuangan atlet Palembang untuk mampu naik podium sungguh kerja keras yang luar biasa. Mereka pun terus bercampur peluh memeras keringat jelang detik-detik perang prestasi di ajang Porprov.

Detik-detik pesta olahraga bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumatera Selatan, para pejuang Bumi Sriwijaya terus mengencangkan ikat pinggang.

Kendati pun tiga hari jelang kompetisi berlangsung menjadi waktu penenangan, sejumlah venue masih dipadati para atlet untuk berlatih disisa persiapan jelang duel head to head membela kontingennya.

Mulai dari arena panjat tebing, renang hingga senam. Pemandangan sejumlah atlet pun dengan giat ditempa dengan sekeras mungkin dibawah asuhan pelatih dan pengurus cabor yang terus memastikan kekuatan Bumi Sriwijaya untuk memetik tahta juara umum musim ini.

Sebut saja venue panjat tebing, sejumlah atlet masih merayap di dinding venue disusul para perenang yang berperang melawan arus air untuk mampu mempercepat finish hingga mencatat catatan waktu tercepat pada saat kompetisi ini.

Baca:  Desak KONI Sumsel Tegas Terhadap 'Pembegalan' Atlet

Wajar saja, Kontingen Bumi Sriwijaya meneriakkan satu tahta ‘juara umum harga mati’ sebagai jargon semangat baik para atlet maupun oficial.

“Musim ini, panjat tebing berjuang keras, karena kita juga mematok juara umum. Berjuang keras karena musim 2015 lalu di Lubuklinggau kita berada dibawah Muba,” ujar Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Palembang, Rizal Lubis saat dibincangi disela-sela pemantauan para climber latihan, Kamis (16/11).

Turun dengan 15 climber dengan berbagai nomor, Palembang mengincar 40 persen dari total medali emas yang diperebutkan. Dengan segala resiko, tim climber membidik 9 medali emas dari total 21 keping emas yang diperebutkan.

Kendati berat, angka tersebut harus dicapai karena Porprov X di Lubuklinggau 2015 lalu Muba bertengger di klasmen teratas dengan 9 medali emas baru disusul Palembang dengan 6 medali emas.

“Pelatih menargetkan 9 emas, tapi kita relistis dengan 6 emas. Apapun itu kita berharap bisa juara umum sesuai target pelatih,”harapnya.

Baca:  Aswari Incar Dua Petinju Hasil Porprov Untuk Dipertandingkan di PON Papua

Terpisah, tak terkecuali bagi para perenang Bumi Sriwijaya dengan 21 pasukannya terus memenuhi venue aquatik yang disebut-sebut berstandar Internasional itu terus menjadi ajang latihan. Apalagi, disisa jelang kompetisi. Renang memang berat, lebih berat dari cabor panjat tebing jika dilihat dari target dan kekuatan.

Hal ini cukup diakui, meskipun isu menggurita beberapa perenang Palembang yang eksodus ke kabupaten lain namun renang Sumsel tetap optimis dengan merebut 60 persen dari total emas yang diperebutkan.

Benar saja, renang Sumsel membidik 15 emas dari 21 perenang andalan yang diturunkan dibawah asuhan coach Intan Imawati. Menurutnya, ajang kali ini menjadi ajang pembuktian meskipun beberapa atlet renang yang eksodus namun Palembang berusaha membidik hasil terbaik dengan kekuatan yang ada.

“Optimis saja, kan semua sudah clear. Asal pindah baik-baik. Mudah-mudahan dengan 21 atlet yang turun bisa mempersembahkan 15 emas yang kita targetkan,”rerang Coach Intan Imawati.

Menurutnya, Fahriansyah, Fahri Sandres, Miranda dan teman-teman cukup potensial untuk mampu naik podium. Sehingga meskipun nanti akan berteny dengan perenang yang eksodus tetap optimis. “Kekuatan hampir merata, kalau kabupaten/kota ada Muba dan Pali yang jadi ancaman,”pungkasnya.

Baca:  Porprov, FPTI Larang Keras 'Bajak Atlet'

Sementara itu dikatakan Ketua Umum KONI Palembang Suparman Romans bahwa kontingen Palembang memang berkomitmen dengan mempertahankan pridikat juara umum sebagaimana perjuangan di Lubuklinggau dua tahun silam.

“Kita sudah 9 kali juara umum, kita berharap Porprov musim ini kita bisa mempimpin klasmen dan bisa meraih 10 kali juara umum dari 11 kompetisi Porprov,”harapnya.

Menurutnya, dengan segala kendala dan minimnya persiapan dirinya berharap semangat dan komitmen para atlet dan ofisial mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Palembang sebagaiman jargon Kontingen Palembang dengan ‘Juara Umum Harga Mati’.

Menjawab keluhan para atlet Palembang yang tidak menginap, diakuinya memang para atlet akan dikondisikan dirumah masing-masing karena memang lokasi venue pertandingan di Palembang. Apalagi, venue juga berbeda-beda. Bisa jadi dirumahnya, lebih dekat dengan venue daripada jika dipusatkan dalam penginapan. “Tapi tetap, mereka kita berikan kompensasi biaya oenginpaoan bagi semua atlet,”pungkasnya. Osug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Panjat Tebing Bidik Dua Medali 

Palembang,  BP Asian Games 2018 bakal bergulir 18 Agustus nanti. Salah satu cabor yang bakal dimainkan di Sumsel yakni panjat ...