Home / Headline / Warga Tegal Binangun Tolak Jadi Warga Banyuasin

Warga Tegal Binangun Tolak Jadi Warga Banyuasin

Ratusan warga yang tinggal di Tegal Binangun, Kabupaten Banyuasin, Rabu (15/11) melakukan unjuk rasa menolak status menjadi warga Kabupaten Banyuasin. Ratusan warga ini tetap bersikukuh ingin menjadi warga Kota Palembang, karena lokasi perumahan yang di tempati warga berada di kawasan Jakabaring. (BP/IST)

Palembang, BP — Ratusan warga yang tinggal di Tegal Binangun, Kabupaten Banyuasin, Rabu (15/11) melakukan unjuk rasa menolak status menjadi warga Kabupaten Banyuasin. Ratusan warga ini tetap bersikukuh ingin menjadi warga Kota Palembang, karena lokasi perumahan yang di tempati warga berada di kawasan Jakabaring.

Akibat unjuk rasa yang dilakukan di depan Gedung Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin tersebut, menyebabkan kemacetan sepanjang ratusan meter baik arus lalulintas menuju keluar Tegal Binangun maupun arah sebaliknya.

Dalam aksinya, sejumlah warga Tegal Binangun tetap ingin menjadi warga Kota Palembang dan menolak pembangunan kantor Kelurahan Banyuasin di kawasan Tegal Banagun.

Dimana ratusan masyarakat umum bersama pelajar, santri dan Aliansi Pemuda Tegal Binagun terlihat ikut serta dalam aksi unjuk rasa menolak status domisili Kabupaten Banyuasin ini.

Baca:  Diduga Palsukan Sertifikat Tanah, Anggota DPRD Sumsel Diperiksa Penyidik Polda

Perwakilan aliansi pemuda Tegal Binangun, Radit dalam orasinya, dengan tegas menolak perpindahan domisili ke Kabupaten Banyuasin. Menurutnya, semua warga yang tinggal di wilayah Tegal Binangun sepakat untuk tetap menjadi warga Kota Palembang.

“Kami menolak menjadi warga Banyuasin dan kami ingin tetap menjadi warga Kota Palembang. Kami ingin maju dan kami tidak mau mundur,” katanya.

Adanya aksi ini membuat peresmian Kelurahan Jakabaring Selatan sekaligus pelantikan Lurah Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Rabu (15/11) oleh Bupati Banyuasin sedikit tergangu. Tetapi aksi ini tidak membatalkan agenda pelantikan dan peresmian kantor lurah Jakabaring Selatan.

Sampai pukul 09.30 , aksi unjuk rasa sendiri masih berlangsung, perwakilan massa yang merupakan warga Tegal Binangun secara bergantian menyampaikan orasi dan penyataan sikap. Massa juga membaca Surah Yasin bersama di lokasi demo.

Nampak Kapolresra Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono turun langsung menyaksikan dan mengamankan kegiatan aksi ini.

Baca:  Pemprov Netral Soal Sengketa Tegal Binangun

“Tolong jangan mengganggu jalanan, demo boleh asal tidak mengganggu masyarakat, “ujar Wahyu.

“Kita menerima dengan senang hati keputusan Pemprov Sumsel yang mengatakan Plaju Darat tetap masuk wilayah Kota Palembang, namun untuk pembangunan kantor Lurah yang rencananya akan dibangun oleh Pemkab Banyuasin itu jelas kami tidak terima, dan akan kami boikot bila hal tersebut tetap dilaksanakan,” ujar Daryono selaku Ketua Forum Masyarakat Plaju Darat Bersatu.

Hal ini dilakukan karena mereka menilai wilayah Plaju Darat masuk wilayah Kota Palembang sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 1988.

“Sampai saat ini tidak ada Pemkab Banyuasin melakukan pembangunan di wilayah kami, semuanya mulai dari sekolah, masjid dan jembatan Pemkot Palembang yang membangun. Jadi Banyuasin tidak memiliki hak untuk mengklaim wilayah ini,” katanya.

Pukul 09.45 aksi unjuk rasa selesai dilaksanakan selama berlangsungnya unjuk rasa berjalan dalam keaadaan aman dan terkendali.

Baca:  DPRD Sumsel Fasilitasi Sengketa Lahan Warga PT TOP Dengan Aman Astra

Terkait permasalahan tersebut Sekda Provinsi Sumsel H Nasrun Umar mengaku, akan melakukan pendalaman materi terkait batas wilayah Banyuasin dan Palembang tersebut terutama di Tegal Binangun.

“Itu kan masalah batas wilayah Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang. Tidak bisa sepihak menanggapinya. Harus ada pendalaman materi,” kata Sekda Provinsi Sumsel H Nasrun Umar.

BP/IST
Ratusan warga yang tinggal di Tegal Binangun, Kabupaten Banyuasin, Rabu (15/11) melakukan unjuk rasa menolak status menjadi warga Kabupaten Banyuasin. Ratusan warga ini tetap bersikukuh ingin menjadi warga Kota Palembang, karena lokasi perumahan yang di tempati warga berada di kawasan Jakabaring

Nasrun mengaku dirinya, telah mendapat laporan dari Kesbangpol terkait aksi demo ini dan mencari formula sebagai solusi.

“Saya sudah dapat laporan dari Kesbang. Akan dipelajari menyikapi batas wilayah ini. Akan pelajari alasan kenapa tidak mau tadi. Kita akan koordinasikan. Akan cari formulasi seperti apa. Saya akan mintakan Biro terkait mencari acuan terkait Banyuasin dan Kota Palembang ini,” katanya.

Sedangkan Bupati Banyuasin SA Supriono menegaskan, dari dulu wilayah Tegal Binangun masuk kawasan Kabupaten Banyuasin. Bahkan untuk menguatkan itu, sudah dilakukan pengukuran ulang oleh pemerintah Palembang, Banyuasin dan provinsi.

“Secara administrasi wilayah itu masuk Banyuasin, harusnya penduduk ikuti aturan,” katanya.

Kalau masalah jauhnya akses menunuju kota Pangkalan Balai hingga kesulitan melakukan pelayanan, bukan alasan lagi. Karena, sekarang semuanya bisa diurus di kantor lurah.”Kami membuat kantor lurah di sini untuk memudahkan pelayanan,” katanya.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Melaunching Program S2C

Palembang, BP—Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin resmi melaunching program Sumsel Smart and Care (S2C). S2C merupakan inovasi proyek perubahan ...