Home / Palembang / Klaim Lakukan Imunisasi Sesuai Prosedur

Klaim Lakukan Imunisasi Sesuai Prosedur

Palembang, BP — Kasus meninggalnya siswa SD setelah mendapatkan suntik imunisasi dari Puskesmas 7 Ulu dinyatakan Dinas Kesehatan Kota Palembang telah dilakukan sesuai prosedur. 40 puskesmas di Palembang tetap akan melanjutkan proses imunisasi yang saat ini baru mencapai 10 persen anak dari target hingga akhir November.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letizia mengatakan, penyelenggaraan imunisasi bagi siswa di 447 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah diantaranya kelas 1 SD dan MI ada 31484 siswa dan 31182 anak kelas 2, merupakan Peraturan Kemenkes 12/2017 tentang penyelenggaraan imuninasi.

 

“Efek samping dari imunisasi itu berbeda-beda, biasanya hanya demam. Tapi yang terjadi sampai meninggal itu kami masih menunggu hasil kajiannya dan tidak bisa asal dikaitkan dengan imunosasi. Pases pasien telah kami kirim ke Jakarta untuk diteliti,” katanya.

 

Menurutnya, setelah dilakukan suntik, anak-anak tidak diperkenankan pulang dan harus menunggu setidaknya setengah hingga dua jam untuk melihat reaksinya. Pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kasus ini sejak pasien ada keluhan. Jumat, siswa melakukan imuniasi, Sabtu anak tersebut baru ada keluhan dari kedua tungkai kakinya sentara suntik dilakukan di. lengan kiri. Berdasarkan pemeriksaan Senin sudah ada perbaikan dan kesadaran bagus. Namun pada hari Selasa kejang dan panas.

 

“Anak itu sebelumnya diimunisasi Tetanus Dexteri untuk siswa kelas 2 sementara kelas 1 Dexteri Tetanus,” jelasnya.

 

Dikatakannya, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai imunisasi ini. Sebab, selama bertahun-tahun pelaksanaan imunisasi telah dilakukan secara baik sesuai prosedur. “November ini adalah bulan imunisasi. Sebanyak 6300 siswa sudah disuntik dari seluruh siswa 62.000,” katanya.

 

Sementara itu Kepala Luskesmas 7 ulu, dr Rustina mengatakan, ada sekitar 2 orang paramedis yang melakukan suntik pada siswa. Ia menilai, standar vaksinasi sudah sesuai prosedur. Seperti alat suntiknya sekali pakai untuk satu orang. Jarum yang telah digunakan dimasukkan ke dalam saftybox ini langsung dimusnahkan di RSMH.

 

“Kita sudah lakukan sesuai prosedur. Kejadian ini cukup menimbulkan tekanan spikologis. Selama ini baik-baik salah. Sementara untuk Rekam medic dari anak yang sudah meninggal itu tidak bisa dibuka disini,” terangnya.

 

Kepala BPOM Kota Palembang, Setia Murni mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Puskesmas 7 Ulu. Menurutnya, kondisi penyimpanan vaksin sudah baik, masa expired sampai Juni 2019. “Penyimpanannya sudah sesuai prosedur. Kita sampling pengujian apakah dari prodak, atau lainnya. Produk hasil pengujuannya nanti kita sampaikan,” ujarnya. #pit

x

Jangan Lewatkan

Tanpa Strategi Khusus, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda Yakin Menang

Palembang, BP–Pasangan calon petahana Walikota dan Wakil Walikota Palembang, Harnojoyo dan Fitrianti Agustinda, mengaku tidak mempersiapkan strategi khusus untuk memenangkan ...