Home / Headline / PNS Edarkan Narkoba, 2 Kg Sabu dan 643 Ekstasi Disita

PNS Edarkan Narkoba, 2 Kg Sabu dan 643 Ekstasi Disita

BP/HAFIDZ TRIJATNIKA

Palembang, BP–Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menyita 2.028,77 gram narkoba jenis sabu dan 643 butir pil ekstasi hasil ungkap kasus penangkapan terhadap 11 tersangka sejak Oktober hingga November.
Dari sebelas tersangka tersebut, dua diantaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS). Mereka yakni M Ulil Abshor, yang diketahui merupakan PNS Kementerian Agama, serta Harman Dias Firnando yang merupakan PNS di KPLP Boombaru.
Dari tangan Ulil, polisi menyita 100 butir ekstasi saat diringkus di Jalan Merdeka, tepatnya di depan Halte depan RM Sederhana, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, pada 27 Oktober lalu saat hendak menjual kepada pembelinya.
Sedangkan dari tangan tersangka Harman disita 134 butir ekstasi di area parkir Rutan Klas I Pakjo, Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, 28 Oktober lalu.
“Saya habis membesuk kawan A di rutan, terus dia ngasih bungkusan kepada saya. Saya pun pulang. Pas di parkiran saya digrebek polisi. Saya tidak tahu isinya itu ekstasi,” kilahnya.
Sementara tersangka lain yakni Marlina, Raihan Analia, dan tersangka Afrydo Kurniawan alias Edo ditangkap atas kepemilikan sabu 2 Kg yang diketahui dibawa dari Pekanbaru, Riau.
Ketiganya ditangkap di kawasan Jalan Palembang-Jambi, Simpang Betung Sekayu, Kabupaten Banyuasin saat hendak bertransaksi, 10 November lalu.
Seorang bandar yang saat ini menjadi buronan, memerintahkan Marlina dan Amalia yang merupakan warga Kepulauan Riau, untuk membawa sabu tersebut dari Pekanbaru ke Betung melalui jalur darat.
“Kami diupah Rp10 juta per orang untuk bawa barang ini. Tapi uangnya dijanjikan setelah pekerjaan selesai,” ujar Marlina.
Dirinya berujar, terdesak butuh uang untuk mengobati anaknya yang akan segera dioperasi karena sakit keras sehingga nekat mengedarkan sabu.
Sementara tersangka Edo mengaku diperintahkan orang yang sama hanya untuk menjemput kedua wanita tersebut.
“Saya tunggu di pinggir jalan, baru saja mau lihat barang sudah ditangkap. Upahnya belum dapat, janjinya kalau sudah barang sampai,” ungkap tersangka Edo.
Polda Sumsel pun mengungkap perkara lain yakni pada 4 Oktober, di Hotel Saria Dempo, Kamar nomor 107, di Jalan A Yani Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, dengan tersangka Taufik Hidayat dan A Yoza, dengan barang bukti 399 butir ekstasi.
Lalu 25 Oktober 2017, di KFC Lemabang, di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II dengan tersangka Awario Rizal alias Batok, dengan barang bukti dua paket sabu seberat 19, 21 gram.
Serta 28 Oktober di Jalan Sutan Mansyur, Lorong Sungai Itam, RT 12, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, dengan tersangka Satriawan alias Wawan, dengan barang bukti 956 gram sabu-sabu.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Juni berujar, untuk tersangka Harman, diketahui mendapatkan sabu dari seorang napi yang masih mendekam di Rutan Pakjo Palembang. “Tersangka kami ringkua setelah menerima bungkusan ekstasi sebanyak 134 butir,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, akan memberantas dan menyikat para pengedar dan bandar narkoba hingga bersih di wilayahnya.
 “Saya berharap partisipasi masyarakat, ini juga program masyrakat. Narkoba ini sangat merusak generasi muda. Karena kita paham betul tidak mudah memberantas sindikat narkoba jaringannya cukup rapi, tapi akan terus kita tindak” ujarnya. #idz
Baca:  Terlibat Narkoba Anggota Kodam Dipecat
x

Jangan Lewatkan

Sopir Mobil Box Terjepit Stir

Palembang, BP–Setelah mobil box yang dikendarainya terlibat adu kambing dengan truk trailer di Jalan RE Martadinata, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan ...