Home / Palembang / Pajak Reklame Sulit Capai Target

Pajak Reklame Sulit Capai Target //Objek Tempat Reklame Berkurang//

Palembang, BP — Capaian pajak reklame di dua bulan terakhir tahun 2017 ini diupayakan Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang untuk terus merangkak naik. Lantaran sejak berkurangnya objek tempat pemasangan reklame, untuk mencapai target dinilai cukup sulit.

 

Kabid Pajak Lainnya BPPD Kota Palembang, Hermansyah mengatakan, sejak pembangunan Laight Rail Transit (LRT) atau kereta ringan dalam kota, cukup banyak objek tempat reklame dibongkar. Meski demikian, pemerintah kota tetap menargetkan pajak reklame di angka yang cukup tinggi.

 

Ia mengatakan, tahun ini ditargetkan Rp16,6 miliar dengan capaian hingga saat ini baru sekitar 80 persen. Ia mengakui pendapatan pajak reklame berkurang dari biasanya karena objek tempatnya pun berkurang. “Untuk mencapai target memang cukup sulit, tapi kita upayakan dengan cara-cara lain agar target tercapai sebab ini sudah dipenghujung tahun,” jelasnya, Kamis (9/11).

 

Dikatakannya, untuk tetap menjaga kontribusi reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka selama pengerjaan LRT, billboard yang terletak di jalan strategis yang menjadi jalur LRT harus dipertahankan. Sebab memamerkan produk dengan pemasangan pada billbord dan reklame saja pemasang dikenakan pajak puluhan hingga ratusan juta.

 

“Pajak reklame ini cukup tinggi, besaran pajak yang dikenakan tergantung dari ukuran,” jelasnya.

 

Dijelaskannya, adapun reklame maupun billboard yang ditertibkan yakni yang berada di jalur pembangunan LRT seperti Jalan Sudirman, Angkatan 45, Kol H Burlian. “Meski billboard maupun reklame banyak ditertibkan, namun kita akan menggali potensi pajak reklame di kawasan lain dengan pembuatan reklame yang baru oleh pihak ketiga,” jelasnya.

 

Sementara itu Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, komitmen masyarakat Kota Palembang dalam membayarkan kewajiban pajak sangat pihaknya hargai. Sebab, kontribusi pajak daerah tersebut tidak akan sia-sia karena akan langsung direalisasikan untuk pembangunan berbagai fasilitas publik untuk kepentingan masyarakat.

 

“Uang dari pajak yang dihimpun dari masyarakat adalah untuk dipergunakan membangun Palembang, sehingga membayar pajak tidak akan sia-sia,” jelasnya.

 

Dikatakannya, pembangunan kota ini sangat tergantung dengan pembiayaan dari pendapatan sektor pajak. Pemkot pun tentunya akan berupaya optimal mendorong kesadaran masyarakat untuk membayarkan kewajiban mereka. “Tak hanya itu, kita akan dorong instansi terkait untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak ini,” katanya. #pit

 

x

Jangan Lewatkan

Pelayanan Mesti Berbasis IT

Palembang, BP — Pelayanan terpadu yang diberikan Kota Palembang saat ini sudah berbasis teknologi atau IT. Hal ini juga untuk memudahkan ...