Home / Pendidikan / Mahasiswa Unsri Tolak Hasil Pemira 2017, Dianggap Banyak Kecurangan

Mahasiswa Unsri Tolak Hasil Pemira 2017, Dianggap Banyak Kecurangan

Palembang, BP–Aliansi Mahasiswa Peduli Unsri melakukan aksi penolakan terhadap hasil pemilu raya Unsri tahun 2017 yang dianggap banyak terdapat masalah dan banyak kecurangan. Pemira yang seharusnya menjadi kontestasi unjuk gigi dari para calon presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa melalui ide dan gagasan, namun KPU gagal melakukan mediasi kepada para mahasiswa Unsri yang mengkibatkan tingkat partisipasi mahasiswa menurun kembali pada tahun ini.

Baca:  Petinggi Unsri Hibur Penonton Melalui Teater Dul Muluk

“KPU telah beberapa kali melakukan kesalahan dari mulai proses perpanjangan pendaftaran hingga komisioner KPU tidak memahami regulasi UU KPU tentang proses aduan masalah hingga pencerdasan kepada para mahasiswa yang yang kurang menyebabkan kontribusi mahasiswa terhadap pemira kali ini kembali berkurang,” ungkap Nanda Hasyim salah satu mahasiswa Unsri.

Maka sudah seharusnya ada evaluasi terhadap hal-hal yang fundamental pada pesta demokrasi mahasiswa ini. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kembali partisipasi mahasiswa pada pemira selanjutnya.

Baca:  Fakultas Teknik Pertambangan Unsri Soroti Iklim Investasi 

Aliansi Peduli mahasiswa Unsri menolak hasil kpu tersebut karena dianggap pemira kali ini tidak mewakili suara mahasiswa Unsri seluruhnya. “Oleh karena itu hasil pemira ini tidak diterima dan cacat hukum dan KPU ada indikasi condong mendukung salah satu paslon. Kami meminta pihak rektorat untuk bersikap dengan insiden ini karena Unsri belum ada mahkamah Konstitusi Mahasiswa maupun DKPP,” ujar Hasim. #rel

Baca:  Reno Anugerah Ajak Ratusan Mahasiswa 'Move On'

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tangkal Radikalisme dan Terorisme, FKPT Sumsel Gelar Literasi

Palembang, BP Berangkat dari upaya bentuk pencegahan tumbuhnya gerakan radikalisme dan terorisme di masyarakat Sumatera Selatan, Forum Koordinator Pencegahan Terorisme ...