Home / Budaya / Kisah Syekh Haji Zen, Ulama Sufi Yang Syahid Di Perang Palembang 1819

Kisah Syekh Haji Zen, Ulama Sufi Yang Syahid Di Perang Palembang 1819

Sketsa Syekh Haji Zen dan poto Benteng Kuto Besak zaman dulu

Palembang, BP — Sejarah mencatat, banyak sekali peperangan rakyat Indonesia menghadapi kolonial Belanda, seperti perang Makasar (1668-1669), Perang Palembang (1819-1821), Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Aceh (1873-1914), dll. Perang Palembang adalah salahsatu pertempuran yg paling dahsyat kala itu.

Syekh Haji Zen adalah diantara sekian banyak tokoh pejuang yg gagah berani & heroik dalam berjihad melawan penjajah Belanda.

Menurut pengamat sejarah kota Palembang, Kms.H.Andi Syarifuddin, Syekh Haji Zen memiliki nama lengkap Kiagus Haji Muhammad Zen bin Kgs. Syamsuddin bin Tuan Faqih Jalaluddin.

“Jika dirunut silsilah nasabnya bersambung kepada Maulana Jamaluddin al-Akbar al-Husin dan seterusnya sampai ke Rasul Saw,” katanya, Kamis (9/11).

Syekh Haji Zen lahir di Palembang sekitar tahun 1760, anak ke 2 dari 3 bersaudara. Selain mendapatkan pendidikan agama dari ayahnya sendiri, ia juga berguru kepada para ulama besar Palembang waktu itu, diantaranya yang paling berkesan adalah Syekh Abdus Somad al-Palembani.

Baca:  Selamatkan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di OKI

“Kepada gurunya ini Syekh Haji Zen belajar tasawuf, mengambil ijazah Tarekat Sammaniyah dan sekaligus menjadi khalifahnya. Hubungan guru dan murid ini semakin erat manakala ia dinikahkan dengan putri gurunya yang bernama Rukiah bt Abdus Somad.

Sekembalinya dari tanah suci, ia bermukim di lingkungan Masjid Agung dan keratin,” katanya.
Lalu menurutnya, Sultan Mahmud Badaruddin mengangkatnya menjadi komandan pasukan jihad fi sabilillah. Pd tgl 18 Sya’ban 1234H atau 12 Juli 1819, hari Sabtu, terjadilah perang pertama antara Kesultanan Palembang dengan Belanda.

Pertempuran ini dikenal dengan “Perang Palembang” atau Perang Menteng. Disaat itulah dengan perlawanan yang gigih serta semangat bela negara dan agama, Haji Zen gugur.

Baca:  Kuto Cerancangan, Keraton Palembang yang Hilang

“Kisah heroik perjuangan para mujahidin ini dilukiskan dalam tercatat dalam manuskrip-manuskrip, termasuk dalam untaian Syair Perang Menteng (260 bait),” katanya.

Menurutnya, kala itu, SMB mengumpulkan seluruh menteri-menteri, priyai, pangeran, para haji dan rakyat.

Sultan menitahkan kepada Syekh Haji Zen untuk melaksanakan pembacaan zikir Ratib Samman bersama pasukannya para haji-haji di Pengadapan Jabo didepan Keraton Kuto Besak berzikir dengan suara yang kuat dan lantang menggema ke angkasa.

“Pasukan musuh yang mendengar gemuruh suara zikir menjadi kaget, dan mengutus seorang opsir dan serdadunya memeriksa ke balai pengadapan tersebut untuk mengetahui bunyi gemuruh suara apakah gerangan. Namun mereka dihalau dan dikejar oleh Syekh Haji Zen dan kawan-kawan dengan senjata terhunus. Yang dikejar berteriak minta tolong,” katanya.

Dengan insiden ini, pertempuran tak terelakkan lagi, maka berkobarlah peperang melawan Belanda secara terbuka, dan dimenangkan secara gemilang oleh pihak Palembang.

Baca:  Ratib Samman, Amalan Resmi Kesultanan Palembang

Dalam manuskrip Palembang peristiwa heroik ini direkam sebagai berikut:
“Adapun segala haji-haji pada masa itu semuanya kumpul diluar kuto duduk di Pemarakan Luar semuanya dengan senjata lengkap. Maka haji-haji itu semuanya pada berzikir dan beratib Samman terlalu ramainya.

Maka keluarlah satu opsir Belanda dengan satu serdadu dari Kuto Lamo itu pergi di pemarakan luar memeriksa orang-orang yang ramai itu. Setelah datang di tepi pemarakan itu, maka berangkatlah segala haji-haji itu semuanya menghunus senjatanya. Kepalanya ialah Haji Zen, dan Haji Lanang, dan Kemas Said anak Kemas Haji Ahmad… ”

“Dari keberanian dan sikap heroiknya, Syekh Haji Zen pantas memperoleh predikat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.”Bangsa yg besar adalah bangsa yg tahu menghargai jasa-jasa pahlawannya” katanya.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Siapkan 50 Piagam Penghargaan

Palembang, BP Kejuaraan Futsal Gubernur Sumsel 3 dipastikan digelar di Lapangan Boom Futsal, Sabtu-Minggu, 28 dan 29 April 2018. Sama ...