Home / Headline / Ketika Pesawat Specht Milik KLM Belanda Jatuh di Talang Betutu

Ketika Pesawat Specht Milik KLM Belanda Jatuh di Talang Betutu

Lokasi pesawat Specht milik KLM Belanda yang jatuh di Talang Betutu, Palembang.

Palembang, BP–Pada 6 Oktober 1937, sebuah pesawat Specht milik KLM Belanda jatuh di Talang Betutu, Palembang. Itu berarti 34 tahun setelah Wright bersaudara pertama kali menerbangkan pesawat mereka, 17 Desember 1903.
Peristiwa itu dikabarkan hanya selintas di ‘Kajawen’, Oktober 1937. Surat kabar berbahasa Jawa itu terbit dua kali sepekan, Rabu dan Sabtu.
Disebutkan, pesawat itu sebetulnya hendak melanjutkan perjalanan ke negeri Belanda. Tak ada cerita rinci kejadian itu. Kajawen justru mengabarkan hal lain berdasarkan keterangan pejabat kantor pos di Batavia-Centrum atau Jakarta Pusat.
Katanya, dalam pesawat itu ada surat seberat total 1,75 kg yang harusnya dikirim ke Nijmegen, Belanda.
Selain itu juga ada kantong surat dari Semarang ke Den Haag. Semuanya musnah. Namun tidak disebutkan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Berikut ini kutipan asli berita koran lawas yang diubah formatnya ke versi digital oleh Program Digitalisasi Sastra Daerah.
Kasangsaran ing kapal mabur “Specht.” Inginggil punika ngêwrat gambaripun Tuwan F.M. Storck gezagvoerder kapal mabur “Specht” ingkang nêmahi tiwas jalaran dhawah wontên sêtatsiyun gêgana ing Talang Bêtutu, Palembang, nalika badhe pangkat nglajêngakên lampah dhatêng nagari Walanda.
Sêrat post ingkang dipun bêkta motor mabur Specht. Pangagêng kantor post ing Batavia-Centrum tampi wartos, ing bab sêrat post ingkang dipun bêkta dening motor mabur Specht ingkang kasangsaran wontên ing Palembang, wontên kanthong alit saking Batavia-Centrum dhatêng Nijmegen wawrat 1750 gram, katut kêbêsmi. Kajawi punika wontên sêrat-sêrat ing kanthong saking Sêmarang ingkang kakintunakên dhatêng Den Haag ugi kêbêsmi.
Sedangkan pengamat sejarah kota Palembang Rd Moh Ikhsan menjelaskan memang ada kejadian pesawat milik maskapai penerbangan Belanda KLM Belanda jatuh di Talang Betutu, Palembang tahun 1937.
“Kejadiannya saat penjajahan Belanda di Palembang dan infonya minim sekali, kita hanya tahu dari foto-foto yang beredar di internet,” katanya, Selasa (7/11).
Ikhsan mengaku tidak tahu penyebab pesawat Belanda itu jatuh di Palembang.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pilpres  Lebih Sederhana Ketimbang  Pileg

Palembang, BP Kontestasi pemilu legislatif (pileg) tahun 2019 khususnya untuk wilayah Sumsel bakal diikuti sebanyak 9.201 calon anggota legislatif (caleg) ...