Home / Headline / Satu Keluarga Terlibat Pembunuhan

Satu Keluarga Terlibat Pembunuhan

M Yopi dan Ruswandi, dua pelaku pembunuhan diamankan di Mapolsek IT I Palembang, Senin (6/11).

Palembang, BP–M Yopi (42) dan adiknya, Ruswandi alias Wandi (30) diamankan aparat Polsek IT I Palembang. Keduanya dibekuk aparat karena diduga terlibat pengeroyokan yang menewaskan korban Medi (33) di Jalan Mawar, Lorong Kenanga, Kelurahan 20 Ilir DIV, Kecamatan IT I Palembang pada 28 Oktober.

Saat ditemui di Mapolsek IT I Palembang, Ruswandi menuturkan, awal permasalahan timbul saat keponakannya, Alfian (18) dipukuli orang di kawasan Pakjo. Lalu Alfian mengadu ke ayahnya, Yopi dan pamannya, Wandi.

“Saya ditelepon kalau keponakan saya dipukuli orang. Akhirnya saya pergi dan kami berkumpul di belakang Griya Agung untuk ketemu yang memukuli keponakan saya itu,” ujarnya, Senin (6/11).

Baca:  Kesal Dimarahi, Satpam BRI Habisi Nyawa Rekan Kerja

Menurut Wandi, awalnya mereka hendak menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik baik. Namun saat bertemu, korban dan ketiga saudaranya langsung berteriak serta menyerang mereka.

Korban Medi langsung mengayunkan parang dan mengenai Yopi. Tak tinggal diam, Yopi yang saat itu membawa pisau di balik pinggangnya langsung menghujam kan pisau sebanyak lima kali ke korban Medi hingga korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Kami tiga lawan empat. Korban berempat langsung mengeroyok saat kami datang,” tutur warga Jalan Kadir TKR, Lorong Terusan, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Gandus ini.

Meski Medi telah terkapar bersimbah darah, namun perkelahian tetap belum selesai. Wandi masih berkelahi dengan Erwin Juliansyah (35) dan Dedi Efriansyah (37) yang melakukan pengeroyokan terhadap Wandi.

Baca:  Eswadi Dibantai di Kebun Karet

“Erwin itu bawa pisau mau tusuk saya, tapi saya tangkis. Saya buang pisaunya dan langsung saya pukul sampai jatuh. Dedi mau ikut menyerang tapi tidak jadi karena lihat Erwin terkapar,” paparnya.

Sedangkan Aan Mardiansyah (33) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Alfian dan menyebabkan luka tebas di paha dan punggungnya.

“Lihat Medi terkapar, datang bapaknya bawa kayu mau pukul kami. Tapi kayu itu saya ambil terus buang. Kami tak mau melukai orangtua, kami ingat bapak kami,” ucapnya sambil menangis.

Baca:  Hilang 40 Hari, Sopir Taksol Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak

Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Edi Rahmat didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa mengatakan, motif pengeroyokan dilatarbelakangi salah pahan antar keluarga.

Sebelum kejadian, Alfian baru saja menjemput adiknya pulang sekolah dan mengalami kecelakaan lalu lintas. Kemudian, saat itu Alfian dipukul korban dan ditantang korban yang sama-sama mengalami kecelakaan.

Akhirnya kedua keluarga bertemu namun salah paham menyebabkan dua keluarga ini saling serang dan mengakibatkan satu korban meninggal yakni Medi.

“Untuk korban Wandi menyerahkan diri, sedangkan Yopi ditangkap saat berobat di rumah sakit karena tangannya terluka kena sambutan parang korban Medi,” katanya.

Atas kejadian tersebut Edi menambahkan, keduatersangka akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. # idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Hutang DBH Pajak Kendaraan Sumsel 2018, Capai 300 miliar

Palembang, BP Terkait tambahan sisa hutang Dana Bagi Hasil (DBH)  pajak daerah di anggarkan pada tahun anggaran 2019, Gubernur Sumatera ...