Home / Palembang / Retribusi Sungai Musi Tunggu Perda

Retribusi Sungai Musi Tunggu Perda

Palembang, BP — Sungai Musi dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga pengkajian retribusinya pun saat ini tengah digodok. Sebab, untuk menarik kontribusi dari para pengguna sungai ini butuh regulasi yang jelas.

 

Direktur Operasional dan Pemasaran Perseroan Terbatas Palembang Trading and Logistic (PT Patralog), Suparman Roman mengatakan, retribusi Sungai Musi adalah potensi yang akan digali oleh Pemkot Palembang dan hal demikian telah dibicaran sebelumnya bersama Walikota Palembang Harnojoyo.

 

“Ini sedang dikaji dari aspek yuridisnya, pihak mana saja yang akan kerja sama dan berkomitmen, kajian ekonomi dan lainnya agar tidak melanggar dan menyelahi ketentuan yang ada,” katanya, Jumat (3/11).

 

Angkutan tongkang batubara sejauh ini setiap hari berlalu lintas di Sungai Musi. Hal ini juga menurutnya walikota telah berkomunikasi dnegan perusahaan terkait seperti PTBA. Ia mengimbau agar perusahaan berpartisipasi dalam berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Berdasarkan estimasi sebelumnya bahwa obyek yang dapat meningkatkan PAD ini digadang-dagang bisa meraup Rp15 miliar pertahun.

Baca:  Tebar 5000 Bibit Ikan di Sungai Musi

 

Dikatakannya, retribusi bisa ditarik dari lamanya kapal bersandar di dermaga. Ia mencontohkan, apabila satu kapal tongkang saja bisa ditarik Rp1 juta, bisa dipastikan besarnya hasil retribusi yang didapat. Untuk besaran pungutan pastinya masih dikaji dengan menyesuaikan jenis kapal dan kondisi Sungai Musi sendiri.

 

“Selama ini, jalur sungai yang dilewati kapal dan tongkang dari perusahaan swasta dan perorangan belum tertib. Hal ini menjadi sorotan kami agar alur pelayaran lancar dan menjadi sumber PAD bagi Palembang,” terangnya.

Baca:  Turap Akan Dibangun Kembali di Kawasan 13-14 Ulu

 

Ia mengatakan, penarikan retribusi angkutan Sungai Musi saat ini masih menunggu regulasi berupa Perwali. Lagi pula kewenangan atas pelayaran Sungai Musi masih dipegang PT Pelindo. “Perlu diperkuat dengan Perwali. Kami juga sedang mempersiapkan sarana pelayanan jasa sebagai timbal balik dari perusahaan yang membayar retribusi, misalnya berupa dermaga kecil di beberapa titik Sungai Musi, pengamanan dan rambu lalu lintas,” katanya.

 

Sementara itu, sebelumnya Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, lalu lintas di sepanjang Sungai Musi ini cukup banyak dan memiliki potensi yang besar untuk digarap. Dalam dekat pihaknya akan mengumpulkan para pengusaha yang menggunakan transportasi air tersebut. “Kita akan sosialisasikan itu kepada para pengusaha, sementara kajian ilmiahnya oleh Universitas Sriwijaya sudah selesai,” jelasnya.

Baca:  Turap Akan Dibangun Kembali di Kawasan 13-14 Ulu

 

Ia mengatakan, jika retribusi itu telah ditetapkan, pelaku usaha juga bakal mendapat fasilitas baru, seperti pengawalan. Pemkot juga berencana memasang rambu-rambu di sepanjang Sungai Musi dan pemasangan lampu penerangan di bawah Jembatan Ampera.

 

Penerbitan retribusi sungai juga untuk mendukung rencana pemkot yang mengembangkan wisata Sungai Musi. Penarikan retribusi di bidang transportasi air ini diperlukan sebagai bentuk pemberdayaan potensi Sungai Musi. “Uang dari sungai harus balik ke sungai itu lagi. Dampaknya akan sangat banyak jika wisata Sungai Musi dikembangkan,” tukasnya. #pit

x

Jangan Lewatkan

Tanpa Strategi Khusus, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda Yakin Menang

Palembang, BP–Pasangan calon petahana Walikota dan Wakil Walikota Palembang, Harnojoyo dan Fitrianti Agustinda, mengaku tidak mempersiapkan strategi khusus untuk memenangkan ...