Home / Headline / Tipikor Polres OI Lakukan OTT Kasus Dugaan Pungli di Badan PMD

Tipikor Polres OI Lakukan OTT Kasus Dugaan Pungli di Badan PMD

Kadis PMD OI Syamrowi saat keluar dari ruangan Binmas.

Inderalaya, BP–Tim Tipikor Mapolres Ogan Ilir (OI) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Badan Penanaman Modal Daerah (PMD) Kabupaten OI di Jalintim Inderalaya-Kayuagung, Rabu (1/11) sore pukul 16.00. Mereka mendatangi kantor tersebut untuk mengetahui sejauh mana isu pungli yang merebak. Bahkan petugas sempat mengamankan dua orang pegawai Dinas PMD dan uang sejumlah Rp67 juta. Bahkan pegawai Ym dan tenaga sukarela Ir turut diamankan untuk dimintai keterangan.

Uang tersebut dipecah menjadi dua bagian, Rp42 juta dari Desa Pemulutan Ulu, Kecamatan Pemulutan yang disetorkan ke PMD untuk pelatihan dana desa, dan Rp25 juta merupakan dana ADD dari desa lain di Kabupaten OI.

Baca:  Balai Bahasa Sumsel Beri Penyuluhan Guru SD dan SMP

Kedua pegawai Dinas PMD yang berbaju putih tersebut dimintai keterangannya di Mapolres OI hingga malam hari, tumpukan uang merah ratusan ribu rupiah tergeletak di meja. Dari keterangan pegawai itu uang tersebut merupakan uang untuk kegiatan pelatihan.

“Jangan foto saya bu,” ucap salah satu pegawai yang dimintai keterangan.

Terpisah Kanit Tipikor Mapolres OI Iptu Sondi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk pendalaman apakah benar uang tersebut untuk pelatihan. Kalaupun untuk pelatihan mengapa uang sebanyak itu harus disetor tunai, padahal ada rekeningnya. “Memang banyak isu miring di Badan PMD, soal adanya pungli dana desa, jadi ini akan kita buktikan. Kalau uang Rp42 juta itu sudah jelas untuk pelatihan, nah yang Rp25 juta ini akan kita dalami. Jadi 1×24 jam kami akan menyelidikinya,” ujar Iptu Sondi.

Baca:  Annahrir: KPU OI Sudah Melaksanakan Tugas

Sementara itu Kadis PMD OI Syamrowi terlihat hadir Kamis (2/11) di Mapolres OI pukul 09.45. Ia masuk ke ruangan Binmas, tak lama kemudian ia pun keluar kantor. Saat disinggung soal adanya OTT yang dilakukan oleh anggota Tipikor Mapolres OI, ia mengatakan tidak ada OTT, padahal dua orang anak buahnya, Ym dan Ir, sempat diamankan.

Baca:  Kebakaran Lahan di OI Meluas, Api Mulai Jilati Pemukiman Desa

“Tidak ada OTT, saya tidak tahu, itu kan uang pelatihan. Tidak ada itu,” jelasnya sambil berlalu.

Saat disinggung kalau tidak ada OTT apakah akan menuntut balik dikarenakan sudah memalukan instansinya, ia malah mengelak. “Ah sudahlah, tidak lah,” katanya. Hingga kini belum ada komentar lanjutan dari pihak kepolisian. #hen

x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Melaunching Program S2C

Palembang, BP—Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin resmi melaunching program Sumsel Smart and Care (S2C). S2C merupakan inovasi proyek perubahan ...