Home / Headline / Rodiah Tewas Secara Misterius

Rodiah Tewas Secara Misterius

Jasad Rodiah yang tewas secara misterius berada di kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang, Kamis (2/11).

Palembang, BP–Usai diantar dua pria dan seorang perempuan pulang, Rodiah (40), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Berdikari, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan SU I malah tak bernyawa¸ Kamis (2/11) dinihari.

Kematian secara misterius ini menjadi tanda tanya besar dari keluarga wanita tiga anak ini. Karena setelah mengantar Rodiah, ketiga orang tersebut langsung pergi tanpa memberitahu kondisinya.

Saat di cek keluarga, Rodiah mengalami luka di dahi, tangan kanan dan kiri serta luka bekas cakaran pada bagian perut.  “Ketika diantar kami sedang tidur. Kami kaget saat ada yang mengetok pintu mengantar ibu ke rumah,” ujar Dewi (21), putri pertama korban ketika ditemui di RS Bhayangkara Palembang.

Ketika bertemu keluarga, menurut Dewi, ketiga orang tersebut hanya menyuruh keluarga membawa Rodiah ke rumah sakit. Namun belum sempat dibawa korban sudah tidak bernyawa lagi.

Baca:  Lagi, Pelajar SMA Taruna Indonesia Meninggal Dunia.        

Sepengetahuan Dewi, dua lelaki dan perempuan tersebut merupakan teman ibunya. Namun, ia tidak mengetahui sejauh mana hubungan mereka.

“Satu diantaranya saya kenal, karena ibu sering sebut Mang Sudir. Dia memang sering antar jemput ibu jualan kopi ke Pasar Induk Jakabaring. Biasanya ibu jualan kopi mulai pukul 19.00 hingga pukul 7.00,” ujar mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Unsri ini.

Namun, sebelum korban diantar pulang ke rumah dalam keadaan tak bernyawa, ternyata  Rodiah tidak pergi berjualan kopi seperti biasa. Ia sempat mengatakan akan pergi membayar sewa ruko baru yang nantinya akan ditempati untuk berjualan kopi.

Dirinya mengaku, tidak mempunyai firasat sebelum sang ibu meninggal. Tetapi, sang ibu selalu berpesan setelah lulus kuliah jangan menikah dulu. Karena, biar bisa mengurus kedua adiknya yang masih kecil.

Baca:  Pemancing Meninggal di Lapangan Tembak

“Adik saya perempuan masih SMA dan laki-laki baru kelas satu SD,” paparnya sambil menangis.

Sementara itu, setelah mendapat persetujuan keluarga, anggota Polsek SU I langsung mengevakuasi jasad korban ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Pamin Yan Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Iptu Edinson AR membenarkan pihaknya telah menerima jenazah perempuan atas nama Rodiah tersebut.

“Untuk penyebab kematiannya belum diketahui karena belum dilakukan pemeriksaan dari tubuh nya karena masih menunggu pihak keluarga dan perintah penyidik,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan cerita dari penyidik sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Palembang, dia diantar oleh tiga orang ke rumahnya sekitar pukul 3.00pagi sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Setelah itu baru diantar ke RS Bhayangkara. “Setelah ada persetujuan dari pihak keluarga baru kami akan melakukan pemeriksaan kepada jenazah,” jelasnya.

Baca:  Dihantam Kapal Tongkang, Jurumudi Kapal Tewas Tenggelam

Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika membenarkan adanya warga setempat yang tewas dan kini jenazahnya divisum di Rumah Sakit Bhayangkara. Namun dirinya enggan berkomentar terkait apakah ada tanda kekerasan di tubuh korban.

“Belum diketahui penyebab tewasnya korban. Sebab kita masih menunggu hasil pemeriksaan dokter yang memeriksa jenazah korban,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolsek, korban diketahui tewas oleh anaknya. Dimana saat itu korban diantarkan oleh seseorang pulang ke rumahnya.

“Namun saat tiba di rumah korban meninggal dunia. Sementara identitas orang yang mengantar pulang korban masih diselidiki. Jadi kasus tewasnya korban ini masih dalam penyelidikan, tapi sejauh ini kita belum tahu apakah korban meninggal dunia menjadi korban pembunuhan atau bukan. Sebab kami masih menunggu hasil visum dan kini penyidik masih melakukan penyelidikan,” ujarnya. # idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Usai Panen Padi Tanam Semangka Jadi Indeks Pertanaman  300

Muaraenim, BP—Jika ada kemauan di situ pasti ada jalan. Mungkin pepatah inilah yang diterapkan Agus, Ketua Kelompok Tani Harapan Bintang, ...