Home / Headline / Pejabat PMD OI Tertangkap Terima Suap Dana Desa

Pejabat PMD OI Tertangkap Terima Suap Dana Desa

Kepala Dinas PMD Ogan Ilir Syamrowi saat mendatangi di Mapolres OI.

Inderalaya, BP–Setelah melakukan pemeriksaan intensif selama hampir 24 jam, Unit Pidana Korupsi, Satreskrim Polres Ogan Ilir menetapkan Kasi Ekonomi dan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) OI berinisial YM sebagai tersangka, Kamis (2/11).

YM diamankan bersama seorang tenaga kerja sukarela berinisial Ir karena diduga menerima sejumlah uang suap untuk kelancaran pencairan dana desa.

Selain itu, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor PMD yang berada di Jalan Lintas Timur, Inderalaya-Kayuagung, Rabu (1/11), polisi juga mengamankan barang bukti uang sejumlah Rp67 juta.

Baca:  Trans KTM OI Dilintasi Dua Armada Perintis

Dana tersebut dipecah menjadi dua bagian, yakni Rp42 juta dari Desa Pemulutan Ulu, Kecamatan Pemulutan yang disetorkan ke PMD untuk pelatihan dana desa.

Kemudian sebesar Rp25 juta yang merupakan Alokasi Dana Desa dari Desa Sribanding, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir.

Uang tersebut disetorkan untuk membayar pelatihan yang telah dilaksanakan. Namun dari jumlah tersebut ditemukan Rp3 juta yang diduga merupakan sebagai pemberian untuk kelancaran pengurusan berkas pencairan dana desa.

Saat itu polisi mendatangi kantor tersebut untuk mengetahui sejauh mana isu pungli yang menyebar serta langsung mengamankan YM dan Ir serta barang bukti uang.

Baca:  Rumah Dinas Bupati OI di Inderalaya Digeledah

Pantauan sehari pasca OTT, Kantor PMD Ogan Ilir terlihat sepi. Banyak pegawai di dinas tersebut pulang karena jam menunjukkan pukul 15.45. Bahkan pegawai terlihat lesu bekerja.

“Kami no comment lah soal itu (OTT). Sedih terhadap kejadian yang menimpa teman kami,” kata salah satu staf sambil berlalu ketika dimintai keterangan, kemarin.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Agus Sunandar didampingi Kanit Pidana Korupsi Iptu Sondi Paraguna membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, kemarin mengamankan satu pegawai salah satu dinas berinisial YM terkait dana desa, saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Baca:  Balai Bahasa Sumsel Beri Penyuluhan Guru SD dan SMP

Selain itu pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah benar dana tersebut untuk pelatihan. Kalaupun untuk pelatihan mengapa uang sebanyak itu harus disetor tunai, padahal ada rekeningnya.

“Yang lain masih akan didalami. Tapi, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka lain. Sekarang masih pemeriksaan, kepala dinas juga kita mintai keterangan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PMD Ogan Ilir, Syamrowi mengaku sedih dengan kabar bahwa ada anak buahnya menjadi tersangka. “Sedih lah, bahkan baru tahu dari kalian (penangkapan-red). Yang jelas saya prihatin,” ujarnya lesu. # hen

x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Melaunching Program S2C

Palembang, BP—Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin resmi melaunching program Sumsel Smart and Care (S2C). S2C merupakan inovasi proyek perubahan ...