Home / Headline / Orangtua Bayi Tanpa Tempurung Berharap Keajaiban

Orangtua Bayi Tanpa Tempurung Berharap Keajaiban

BP/HUMAS PEMKAB MUBA

Sekayu, BP–Rama, bayi laki-laki yang lahir tanpa tempurung kepala masih dirawat di RSUD Sekayu. Bayi mungil dengan berat 1,5 kg anak pasangan Hengki (22) dan Miftahul Janah (24), warga Dusun II, Desa Bailangu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasi (Muba) ini sempat dikunjungi Ketua TP PKK Muba Thia Yufada melalui pengurus PKK, Rabu lalu.

Anak kedua pasagan Hengki-Janah ini, menurut Direktur RSUD Sekayu dr Mason Parulian Purba, lahir dalam kondisi prematur. Hengki, yang berprofesi sebagai penyadap karet, membawa istrinya ke seorang bidan di Desa Sindang Marga, Kecamatan Sungai Keruh, untuk melakukan persalinan.

Baca:  Dodi Reza Alex Bersama Forkopimda, OPD Muba Silaturahmi ke Forkopimda Sumsel

Kepada media, Hengki bertutur, kini pihaknya memohon kepada Tuhan atas kondisi anaknya. Kemarin, di ruang perawatan RSUD Sekayu, ia berkali-kali berharap ada keajaiban sehingga anaknya tetap bisa bertahan dan tumbuh berkembang seperti bayi pada umumnya. Sambil berharap, ia akan menerima apa pun keputusan Tuhan untuk kebaikan putrinya itu.

“Anak saya ini lahir prematur, melihat kondisinya saat ini saya enggak tega. Saya cuma bisa berdoa, ya Allah, meski ada keterbatasan fisik semoga kelak pertumbuhannya normal. Jika kehendak Tuhan lain saya pasrah,” kata dia, Kamis (2/11).

Baca:  Musim Hujan, Bupati Dodi Reza Serukan Jaga Kebersihan Lingkungan dan Waspada Penyakit

Miftahul bercerita, dirinya melahirkan bayi Rama secara normal dan seluruh biaya melahirkan hingga perawatan ditanggung sendiri. Setelah melihat kondisinya, pihak RSUD Sekayu merawatnya.
“Alhamdulillah pihak rumah sakit memperlakukan kami dengan baik, mulai saat penerimaan sampai putra saya dirawat menggunakan inkubator karena beratnya hanya 1,5 kilogram,” lanjut Hengki.

Terpisah, dr Makson Parulian Purba, MARS menyebut jika penanganan bayi Rama dilakukan pihaknya dengan maksimal. Namun berdasarkan pengalaman, dengan keadaan tanpa tempurung dan prematur dengan berat hanya 1,5 kilogram, kecil kemungkinan bayi tersebut akan bertahan.

Baca:  Dodi Kembali Mudahkan Hidup Warga Dengan Perluasan Jargas

“Saat ini kami hanya bisa menguatkan keluarga si bayi, kami melakukan pendekatan kekeluargaan memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman medis di rumah sakit. Kondisi bayi itu lahir dengan kondisi berat dan usia kelahiran yang prematur,” terangnya.

Sementara itu dr Muslimin Zen, SpA mengatakan, pihaknya terus memberikan yang terbaik kepada bayi Rama. “Kita terus berupaya memberikan yang terbaik,” terang Muslimin. #arf

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kelly Mariana : Penundaan Pilkada Kewenangan Pemerintah Pusat

Palembang, BP Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Kelly Mariana mengatakan, penundaan pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, termasuk ...