Home / Palembang / 14 Puskesmas Diakreditasi 2018

14 Puskesmas Diakreditasi 2018 //Tingkatkan Pelayanan Jelang Asian Games//

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letizia.

Palembang, BP — Meningkatkan pelayanan kesehatan terutama menjelang Asian Games, 16 puskesmas di Kota Palembang saat ini tengah fokus dilakukan penilaian akreditasi yang kemudian dilajutkan 14 lagi di 2018.

 

Kepala Dinkes Kota Palembang dr Letizia mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan dituntut melakukan akreditasi, baik puskesmas dan rumah sakit. Saat ini, dari 41 puskesmas, hanya 11 sudah akreditasi. Tiga diantaranya meraih akreditasi paripurna.

 

“Di Indonesia, ada 10 Puskemas terkareditasi Paripurna, tiga diantaranya puskesmas di Palembang yakni Puskemas Dempo, Puskesmas Alang-Alang Lebar (AAL) dan Puskemas Plaju,” katanya, Rabu (25/10).

 

Ia mengatakan, tingkat akreditasi paripurna paling tinggi. Sedangkan tiga puskemas terakreditasi utama, dan lima puskesmas terakreditasi madya. Tahun ini, lanjut dia, ada 15 puskesmas yang sudah survey dan dinilai oleh Kementerian Kesehatan. Sementara satu lagi sedang dalam proses. “Tahun depan sisa 14 puskesmas lagi yang harus akreditasi. Semuanya harus sudah akreditasi untuk mendukung Asean Games,” jelasnya.

Baca:  12 Puskesmas Buka Layanan 24 Jam

 

Menurut dia, akreditasi ini penting dilakukan untuk menangani membludaknya pasien yang berobat ke tingkat rumah sakit, apalagi di RSMH yang merupakan RS tipe A. Karena itu, di faskes pertama, selain fasilitas, kualitas SDM ikut ditingkatkan. Contohnya keberadaan dokter umum dan spesialis.

 

Saat ini, di beberapa puskesmas sudah ada dokter spesialis seperti dokter anak, dokter gigi dan dokter penyakit dalam. Namun, penyebarannya belum merata. “Kalau dokter umum setiap puskesmas ada, puskesmas dapat menangani 155 kasus, sebelum dilakukan rujukan ke rumah sakit,” katanya.

Baca:  Wawako Sidak Puskesmas 1 Ulu

 

Puskesmas juga dapat melayani gastritis, glaukoma akut, diabetes, angino pectoris, kehamilan dan penyakit yang tanpa komplikasi. Untuk menekan jumlah pasien, pemkot palembang menggalakkan pola hidup sehat melalui gerakan masyarakat dari tingkat bawah. “Kami memberikan penyuluhan, mengajak masyarakat berolahraga. Intinya mengajarkan untuk lebih memperhatikan kesehatan,” katanya.

 

Peningkatan pelayanan kesehatan menjelang Asian Games ini juga berlaku bagi pelayanan rumah sakit. Sampai saat ini dari 32 Rumah sakit yang ada di Kota Palembang hanya ada satu Rumah sakit yang berkelas A, tetapi semuanya sudah terakreditasi, namun hanya kelasnya saja yang membedakan.

 

Baca:  Puskemas Merdeka Tutup Pelayanan Poli Gigi Lebih Awal

“satu rumah sakit yang memiliki status kelas A, kelas B ada tiga rumah sakut, kelas D hanya ada satu rumah sakit dan sisanya kelas C,” ujarnya.

 

Menurutnya, meski semua rumah sakit sudah terakreditasi, beberapa rumah sakit juga mengajukan naik kelas. Salah satunya, Rumah Sakit Siloam Sriwijaya mengajukan naik ke tipe B. “Masih banyak RS kelas C dan D seperti Rumah Sakit Pertamina. Untuk naik kelas, rumah sakut harus melengkapi kriteria diantaranya fasilitas dan SDM,” jelasnya

 

Sementara itu, Walikota Palembang HHarnojoyo mengatakan, tahun ini Pemkot Palembang menganggarkan dana kesehatan lebih besar dari ketentuan pemerintah pusat, yakni  sebesar 14,5 persen dari Anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD) Kota Palembang. Sedangkan aturan pusat hanya 10 persen dari APBD. #pit

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Perkuat Komitmen Jaga Gambut, BRG dan Masyarakat Lakukan Deklarasi

Palembang, BP — Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki ekosistem gambut yang cukup besar sehingga untuk memperkuat komitmen menjaga gambut, Badan Restorasi ...