Home / Budaya / Shalawat Tarhim Yang Sudah Jarang Terdengar

Shalawat Tarhim Yang Sudah Jarang Terdengar

Oleh :  Muhamad Setiawan

Muhamad Setiawan

(Anggota “PELEMBANG NIAN

COMMUNITY” dan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang)

Sebuah syair syahdu yang menggemakan hati setiap insan muslim diwaktu sebelum adzan shubuh berkumandang kini sudah jarang terdengar ditelinga kita, Ya, itulah Shalawat Tarhim , sebuah syair pujian kepada Allah SWT. Dan Rasulullah SAW. Yang bertemakan Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW. Gubahan seorang ulama besar asal desa Shubra An-Namlah,sebuah desa diwilayah Tanta (utara Kairo), yaitu Syekh Mahmud Khalil Al-Husshary
Ulama kelahiran tahun 1917 tersebut juga sempat belajar di Universitas Al-Azhar Kairo, disamping ia belajar dengan berbagai alim ulama dan masyayikh yang ada di negeri yang penuh dengan khazanah peradaban Islam tersebut.
Selain pandai dalam menggubah Shalawat Tarhim,beliau juga seorang ulama yang ahli dalam ilmu Qira’ah ,bahkan beliau pernah diminta untuk rekaman dalam festival dunia Islam di London tahun 1976,sehingga rekaman Murattal dan Mujawwad Al-Qur’an beliau serta Shalawat Tarhimnya dipublikasikan diseluruh penjuru dunia,termasuk Indonesia yang banyak memutar bacaan Al-Qur’an beliau. Contohnya, sebelum adzan shubuh berkumandang lantunan suara emas beliau mulai Surah Al-Hujurat,Ar-Rahman, disusul dengan Shalawat Tarhim selalu menghiasi masjid-masjid dan mushalla-mushalla di Indonesia, diawali oleh Masjid Rahmat Sunan Ampel di Surabaya disusul oleh berbagai Masjid dan Mushalla di seluruh penjuru Nusantara,tak terkecuali kota Palembang Darussalam di sekitar tahun 1960an. Dan 20 tahun kemudian tepatnya pada tahun 1980 diumur yang ke-63 tahun sang Penggubah Shalawat Tarhim berpulang ke Rahmatullah, semoga Allah selalu merahmati beliau.Aamiin.
Walaupun beliau telah tiada, ilmu yang beliau ajarkan kepada Umat Islam ini terus mengalir amalnya,salah satunya Shalawat Tarhim. Dikota tercinta Palembang Darussalam ini sebelum menjelang adzan shubuh,hampir seluruh masjid dan mushalla selalu antusias dalam memutar Shalawat Tarhim oleh ta’mirnya masing-masing. Khususnya pada Bulan Suci Ramadhan setelah bacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan maka dilanjutkan dengan lantunan Shalawat Tarhim yang menandakan umat Islam sudah harus mengakhirkan sahurnya, dan jika lantunan Shalawat Tarhim ini terdengar di masjid dan mushalla setempat itu mengartikan bahwa saat itu sudah memasuki waktu imsak, dan kita pun harus bersiap-siap dan bergegas untuk shalat shubuh berjamaah di masjid dan mushalla setempat.
Sungguh, sebuah keadaan tersebut merupakan sebuah keadaan dimana dinginnya angin malam dan embun pagi yang menelusuk sumsum tulang setiap insan tak mengururungkan setiap langkah umat Islam untuk menuju Rumah Allah SWT. Untuk menunaikan shalat shubuh secara berjamaah dikarenakan syahdu dan merdunya lantunan Ayat Suci Al-Qur’an dan ditambah dengan syair Shalawat Tarhim tersebut.
Namun, kini sangat disayangkan suara emas Syekh Mahmud Khalil Al-Husshary dalam syair Shalawat Tarhim tersebut sudah jarang sekali diperdengarkan di masjid dan mushalla di kota Pempek ini, dan Shalawat Tarhim ini pun sangat asing ditelinga kita sekarang khususnya generasi muda. Dan saya selaku seorang Mahasiswa berharap dan sangat berharap kepada semua ta’mir masjid dan mushalla, khususnya diseluruh penjuru Kota Palembang Darussalam dan umumnya diseluruh Provinsi Sumatera Selatan, mari kita hidupkan kembali tradisi dan budaya kita yang sudah mendarah daging dijiwa kita semua, yang mana tradisi itu penuh dengan kebaikan dan keberkahan didalamnya, yaitu diputarnya syair Shalawat Tarhim pada waktu Imsak menjelang adzan shubuh setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an di masjid dan mushalla tercinta kita pada setiap harinya. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan kebaikan dari amaliyah Shalawat Tarhim tersebut.Aamiin. #osk

Sumber : Pengetahuan dan pengalaman pribadi serta sumber-sumber lainnya.
Catatan : Mohon artikel ini untuk tidak diletakkan sembarang tempat dikarenakan banyaknya bacaan dan lafadz mulia didalamnya

Ket Foto : Lirik Shalawat Tarhim

Ket Foto : Potret wajah Syekh Mahmud Khalil Al-Husshary (Sang Penggubah Shalawat Tarhim)

x

Jangan Lewatkan

Belanda Menghancurkan Palembang, 1659

Situasi di Palembang mengalami naik turun setelah kejatuhan Kerajaan Sriwijaya. Sementara pada abad ke-14 dan ke-15 kekuatan Sriwijaya ke Kerajaan ...