Home / Headline / Bunuh Kakek Kandung Karena Warisan

Bunuh Kakek Kandung Karena Warisan

Kopriyadi dan Asmara, dua pelaku pembunuhan diamankan di Mapolres Mura, Minggu (22/1).

Muarabeliti, BP–Kopriyadi alias Yin (25) dan istrinya, Asmara (19) diamankan di Mapolres Musirawas (Mura) karena diduga terlibat pembunuhan terhadap Maskun (53).

Warga Desa Taba Remanik, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura dihabisi pelaku yang tak lain adalah cucu korban saat berada di kebun karet miliknya, pada 17 Oktober lalu.

Aksi sadis yang diduga dilatari sakit hati karena masalah warisan ini berawal saat orangtua pelaku menagih utang warisan ke korban.

Baca:  Mengapung di Sungai Musi Dengan Kepala Nyaris Putus

Kemudian, pagi sebelum kejadian korban seperti biasa berangkat ke kebun karetnya di Dusun I desa setempat. Namun karena sudah lewat tengah hari korban tak kembali, istri korban dan dua cucunya yang lain, yakni Jeki dan Sail berusaha mencari ke kebun.

Akan tetapi korban ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi telentang di dekat pohon karet di areal perkebunan.

Merasa ada kejanggalan atas kematian korban yang semula pergi ke kebun dalam keadaan sehat, pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib.

Baca:  Agus Mubarok Janjikan Uang Kepada Pelaku

Aparat Satreskrim Polres Mura yang mendapat laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Kopriyadi dan istrinya, Asmara, Sabtu (21/10).

Kapolres Mura AKBP Pambudi melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku, nyawa korban dihabisi dengan cara menjerat leher korban.

“Pelaku menjerat leher korban memakai tali karet penggilingan padi yang sudah di buat untuk menggendong karung kopi. Setelah korban tidak bernyawa lagi, pelaku menarik korban ke pinggir jurang di areal kebun, lalu pergi menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Baca:  Perkosa dan Bunuh Keponakan Sendiri

Ia menambahkan, dalam penyelidikan kasus ini pihaknya juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Satria FU BG 2162 GH, satu buah tali yang digunakan pelaku menjerat leher korban.

Kemudian satu bilah parang bersarung cokelat milik korban, satu buah baju warna cokelat motif batik milik pelaku Kopriyadi. Serta satu lembar baju putih biru milik pelaku Asmara dan satu set pakaian korban.

“Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas,” tandasnya. #wan

x

Jangan Lewatkan

46 ‘Preman’ Terjaring Operasi Pekat

Palembang, BP–Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel menjaring 46 orang yang diduga preman di beberapa titik lokasi di ...