Home / Sumsel / Musi Banyuasin / Komitmen Sejaterahkan Petani Sawit, Ini yang Dilakukan Pemkab Muba

Komitmen Sejaterahkan Petani Sawit, Ini yang Dilakukan Pemkab Muba

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi sebagai pembicara pada diskusi panel bersama Vice President Of Corporate Communications and Sustainable Relation Golden Agri Resources Anita Neville, Senior Advisor Palm Oil SNV Carina Van, dan Deputi Program Director and Financial Services Spevialist (SCPP),Dirk Lebe. serta Indonesia Country Director IDH The Sustainable Trade Initiative Fitrian Adriansyah dan Senior Manager Dapartement of Banking Research OJK Istiana Maftuchah

Jakarta, BP–Jumat (20/10), bertempat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kuningan, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) diundang oleh Singapore Institute of Internasional Affair dan World Resources Institute (WRI) dalam sebuah panel dialog yg mengambil Tema “Green Investment on Agriculture Sector in Indonesia” yang mempertemukan pelaku nasional dan internasional bisnis, perusahaan perkebunan, NGO, lembaga donor, bank, jasa keuangan, dan pemerintah.
Dijelaskan Country Director World Resources Institute (WRI), Indonesia di sela Lokakarya Diskusi Panel dengan tema Pendekatan Pembiayaan Hijau bertujuan mencari skema serta pola dalam program pembiayaan hijau yang akan di berikan kepada petani kecil “dan direncanakan, pada Februari 2018 mendatang Kabupaten Muba akan menjadi tuan rumah rapat tahunan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL),” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyebutkan menjaga produksi perkebunan dan pertanian rakyat tetap tinggi dan produktif sama pentingnya dengan menjaga lingkungan agar tetap lestari, misalnya dalam kasus membuka lahan dengan membakar tentu kita sepakat tidak lagi membiarkan cara bertani dengan berdampak polusi seperti itu dilanjutkan.
“Kita maklum kalau negara tetangga seperti Singapore tahun 2015 lalu komplain dengan asap dari kita, tapi kita juga berharap ada upaya bersama kolaboratif untuk mencegah hal itu tidak terjadi lagi, rasanya tentu akan adil dan bijak kalau udara sejuk yang dihisap dihasilkan dari usaha bersama baik antar daerah maupun antar negara internasional, ibarat kata jangan hanya saling menyalahkan, mengecam atas bencana yang terjadi, kita perlu melakukan pencegahan bersama secara konkret, tukasnya.
Tambahnya, “Muba dalam hal ini siap menjadikannya kongkrit untuk di implementasikan petani dan pekebun namun tentunya perlu pendampingan edukasi, butuh stimulan dan akses yang mudah untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan, pemimpin-pemimpin lokal di desa perlu di upgrading untuk manajemen tata kelola lahan yang lestari, hasil kebun rakyat perlu bapak angkat dalam pengolahannya sehingga kompetitif di pasar, pendek kata Muba mempersilakan Donor dan investror masuk untuk menggerakkan Pertumbuhan Ekonomi kerakyatan yang Hijau,” tandasnya.
Wakil Bupati turut didampingi Perangkat Daerah terkait yaitu Kepala BPPRD, Dinas Perkebunan, Perwakilan Bappeda, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Muba.
Selain Wakil Bupati Muba Beni Hernedi sebagai pembicara pada diskusi panel kali ini, ada juga berasal dari Vice President Of Corporate Communications and Sustainable Relation Golden Agri Resources, Anita Neville. Kemudian Senior Advisor Palm Oil SNV, Carina Van selanjutnya Deputi Program Director and Financial Services Spevialist (SCPP),Dirk Lebe. Indonesia Country Director IDH The Sustainable  Trade Initiative, Fitrian Adriansyah dan Senior Manager Dapartement of Banking Research OJK, Istiana Maftuchah.#arf
Baca:  Bentuk SWF, Muba Jadi Inisiator Migas Berkelanjutan
x

Jangan Lewatkan

Optimis Sapu Bersih Medali Emas

Palembang, BP–Pelaksanaan ajang olahraga bergengsi tingkat Provinsi yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke XI resmi dimulai Sabtu (18/11) dan ...