Home / Headline / Pembangunan Power Plant Hadapi Kesulitan Lokasi Ekstrem

Pembangunan Power Plant Hadapi Kesulitan Lokasi Ekstrem

Bupati Ir H Muzakir Sai Sohar saat melakukan pertemuan dengan manajemen PT PGE.

Muaraenim, BPManajemen PT Pertamina Geothermal Energi (PT PGE) menghadapai berbagai kesuliatan dalam melaksanakan pembangunan power plant alias Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal (PLTG) atau panas bumi Lumut Balai yang berlokasi di Desa Penindaian, Kecamatan Semende Darat Laut, Muaraenim.
            Soalnya  lokasi pembangunan pembangkit tersebut sangat ekstrem, dengan kontur tanah berbukitan yang cukup terjal sehingga bangunan power plant rawan mengalami longsor jika terjadi curah hujan cukup tinggi.
              “Pada saat saya melakukan peninjauan ke lokasi tersebut, pembangunan power plant terus berjalan, namun banyak kendala yang dihadapi, karena lokasinya berada di lahan yang cukup terjal,” jelas Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar, Jumat (20/10), di sela-sela salah satu acara.
                 Menurutnya, lokasi power plant yang dibangun di Semende saat ini berbeda dengan pembangkit listrik tenaga geothermal yang berada di Lahendong Sulawesi Utara maupun di Kamojang Kabupaten Garut Jawa barat.  Di Lahendong dan Kamojang, lokasi lahannya datar, sehingga tidak  sulit untuk membangun pembangkitnya.
                 Dijelaskannya, dari hasil penjelasan manajemen PT PGE, pembangunan power plant tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk membangun kontruksi power plant tersebut, terlebih dahulu harus dilakukan pemasangan patok bumi, agar tanah tidak longsor.
                Kemudian pada tebing tanah lokasi pembangunan power plant tersebut ditanami dengan rumput khusus di datangkan dari luar, supaya tanahnya tidak mudah longsor. Rumput khusus tersebut kedalaman akarnya jika sudah hidup bisa mencapai 1 meter.
               Saat ini, lanjutnya, sumur panas bumi yang telah berhasil dibor sebanyak 27 titik. Dari 27 titik, tersebut ada sekitar 7 sumur telah masuk ke dalam wilayah Kabupaten OKU induk.
              “Sesuai dengan rencana pada September 2018 mendatang, pembangkit listrik geothermal berkapasitas 45×2 Mega Watt (MW) sudah bisa dioperasikan dengan mengambil panas bumi dari sumur yang telah dibor duluan berada di wilayah Muaraenim,” jelasnya.#nur
 
Baca:  Unjuk Rasa di Lahat dan Muaraenim Di Sikapi Polda Sumsel
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jasad Nata Tersangkut di Eceng Gondok

Palembang, BP–Warga pinggiran Sungai Komering di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin mendadak heboh setelah menemukan mayat laki-laki tersangkut ...