Home / Bisnis / 513.712 Kiloliter Premium Tak Tersalur ke Sumsel

513.712 Kiloliter Premium Tak Tersalur ke Sumsel

BPH Migas melakukan sidak ke sejumlah SPBB Palembang yang berada di pinggiran Sungai Musi, Kamis (19/10).

Palembang, BP–Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Sumatera Selatan yang sudah tersalur periode Januari-September 2017 baru mencapai 235.712 kiloliter dari total 767.609 kiloliter. Artinya masih tersisa sebanyak 513.712 kiloliter lagi yang tal tersalurkan.
Komite Bidang Pengawasan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ahmad Rizal mengatakan, sisa kuota BBM premium yang belum tersalur kepada masyarakat di Sumsel sekitar 513.712 kiloliter. Dengan begitu, kebutuhan premium tersebut baru terpenuhi sedikit.
“Ini ada apa? Jadi besok (hari ini-red) kita akan menemui Pertamina dan mempertanyakan soal kelangkaan premium di Sumsel, khusunya di Kota Palembang,” ujar Rizal usai melakukan inspeksi mendadak (sidak), di beberpa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), di Palembang, Kamis (19/10).
Hal sama juga, sambung dia, terjadi kelangkaan di Kota Palembang. Dimana dari total kuota 247.060 kiloliter, hanya tersalurkan sekitar 77.430 kiloliter. Untuk presentasenya sendiri di kota pempek ini premium yang tersalur hanya 31,34 persen.
Menurut dia, kedatangam tim BPH Migas ini juga merupakan salah satu respon dari keluhan masyarakat di Kota Palembang dan dari berbagai pemberitaan di media soal masyarakat kesulitan mendapatkan premium.
“Banyak sekali masyarakat mengeluh soal premium yang selalu kehabisan. Selain di sini (Palembang-red), di kota-kota dan provinsi lain sam juga, kecuali Jawa, Madura dan Bali, karena di sana memang sudah tak mengkonsumsi premium sebagai BBM,” jelas dia.
Sementara itu, Kasubdit Pengawasan BBM BPH Migas Putu Suardana menambahkan, sesuai tugasnya BPH Migas yang mengatur dan mengawasi soal BBM di tiap kabupaten/kota di Indonesia. Saat jni pihaknya tengah mencari data di SPBU sebagai penyalur.
“Kita sudah datangi SPBU di Palembang yang menjual premium, seperti di SPBU sebelum Simpang Tanjung Api-api, di depan Punti Kayu itu kehabisan juga. Tapi ini operasional berjalan namun premium habis,” tuturnya.
Dari sidak yang dilakukan pihaknya, sambung dia, BPH Migas memiliki kesimpulan masyarakat di Kota Palembang masih membutuhkan premium tersebut, bahkan masyarakat juga kesulitan mencari BBM jenis premium itu.
“Ini yang akan kita konfirmasi ke Pertamina. Nanti hasilnya akan disampaikan ke Kementerian ESDM, Kemneterian BUMN hingga ke Presiden,” pungkasnya.#rio
x

Jangan Lewatkan

46 ‘Preman’ Terjaring Operasi Pekat

Palembang, BP–Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel menjaring 46 orang yang diduga preman di beberapa titik lokasi di ...