Home / Bisnis / Sehari 70 Kontainer Kelapa Bulat Sumsel Menggelinding ke Cina

Sehari 70 Kontainer Kelapa Bulat Sumsel Menggelinding ke Cina

Kepala bulat dari Sumsel siap masuk kontainer untuk diekspor ke Cina dan Thailand.

Palembang, BP–Dari berbagai komoditas unggulan yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, seperti karet, sawit, batu bara, kayu, teh, dan lainnya, kelapa bulat makin dilirik pasar dunia dengan tujuan ekspor Cina dan Thailand.

“Kontribusi kelapa bulat ke pasar ekspor terus menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Saat ini saja Tiongkok dan Thailand merupakan negara yang paling menggemari kelapa bulat ini,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Agus Yusdiantoro, Selasa (17/10).

Di negara-negara tersebut, lanjut Agus, kelapa bulat diproduksi untuk berbagai makanan olahan dan produk kerajinan. Komoditas ini memang memiliki banyak manfaat. Selain dikelola menjadi santan, minyak, campuran kosmetik, batoknya dapat dijadikan arang.

Menurut Agus, pertumbuhan yang positif tersebut juga ditopang dengan adanya pasar ekspor baru, yakni ke Thailand. Sebelumnya, tujuan ekspor kelapa hanya Cina. Selain itu, juga disuplai ke pasar dalam negeri, seperti Jakarta dan Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok.

“Rata-rata ekspor kelapa Sumsel ke dua negara ini sehari mencapai 60 sampai 70 kontainer. Besarannya hampir menyentuh Rp1 triliun, meningkat dibandingkan tahun lalu yang terealisasi sekitar Rp500-600 miliar,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk daerah penghasil kelapa tersebut, sejauh ini baru Kabupaten Banyuasin. Tapi tidak menutup kemungkinan sejumlah kabupaten/kota lainnya, mengingat komoditas ini kini diminati pasar dunia.

Ditambahkan Agus, sebagai upaya memaksimalkan potensi pemasukan bea ekspor kepada negara, sosialisasi kepada petani maupun asosiasi kelapa yang ada terus dilakukannya. Salah satunya terkait peningkatan kualitas barang ekspor.

“Kami juga bekerja sama dengan badan karantina tanaman untuk mengedukasi cara meningkatkan kualitas kelapa ekspor, seperti dengan metode fumigasi (pengasapan-red). Sehingga kelapa yang akan diekspor lebih tahan hama,” tuturnya.

Selain itu, sambung Agus, Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel juga terus menjalin koordinasi terpadu dengan sejumlah instansi terkait. Salah satunya Bea Cukai. Hal itu guna memudahkan proses arus lalulintas barang khususnya yang berkaitan dengan masalah perizinan.

“Kami juga mencoba mencari peluang guna dapat menambah pasar ekspor baru kedepanya,” pungkasnya. #rio

 

x

Jangan Lewatkan

Palembang Butuh Perluasan Wilayah

Palembang, BP Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Elianuddin HB mengakui, sengketa wilayah yang masih ada antara Palembang dan ...