Home / Hukum / Pejabat BPN Palembang Rani Arvita Dituntut 5 Tahun

Pejabat BPN Palembang Rani Arvita Dituntut 5 Tahun

Rani mendengarkan tuntutan jaksa dalam dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (17/10).

Palembang, BP–Rani Arvita (37) dituntut lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (17/10).

Perbuatan mantan Kepala Sub Seksi Sengketa dan Konflik Pertanahan di BPN Palembang yang awalnya terjaring OTT dalam dugaan kasus pungutan liar sertifikat tanah ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 12 huruf a Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca:  Tiap Sekolah 'Setor' Hingga Rp10 Juta

Usai JPU Iskandarsyah Alam membacakan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Paluko Hutagalung memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun penasihat hukumnya untuk menyiapkan nota pembelaan.

“Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan nota pembelaan dari terdakwa,” ucap Paluko.

Seperti diketahui, kasus ini bergulir setelah aparat kepolisian menangkap terdakwa karena diduga menerima dana sebesar Rp5 juta dari pengacara salah satu masyarakat yang tengah bersengketa tanah.

Baca:  Berkas Kasus Pungli Disdik Sumsel Sudah di Jaksa

Adapun modus yang dilakukan Rani, yaitu dengan meminta uang kepada warga inisial M sebanyak Rp15 juta untuk bersidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang.

Dimana M awalnya membeli tanah kepada I. Namun ternyata keluarga I tidak terima, sehingga M digugat keluarga I dan keluarga I menang. Namun, M naik banding, namun kembali dikalahkan.

Sehingga M menempuh jalur kasasi dengan menggugat BPN Palembang. Saat menggugat di PTUN, terdakwa ditunjuk mengikuti persidangan sengketa tanah seluas 1.000 meter persegi yang terletak di kawasan Kenten Palembang tersebut.

Baca:  Kasus OTT Pungli Disdik Sumsel Mandek

Selanjutnya, melalui SMS, Rani meminta uang sebesar Rp15 juta jika ingin memenangkan perkara ini melalui sidang dan M akhirnya memberikan uang panjar Rp5 juta di kantornya.

Dan saat itu juga aparat kepolisian yang mendapat laporan dari M langsung melakukan operasi tangkap tangan. #ris

 

x

Jangan Lewatkan

Sopir Taksi Online Menghilang Sejak Antar Penumpang 4 Hari Lalu

Palembang, BP–Setelah mengantar penumpang pada 15 Februari lalu, hingga saat ini keberadaan Tri Widiyantoro (44) yang berprofesi sebagai taksi online ...