Home / Sumsel / PALI / Bunga Bangkai Kembali Mekar di PALI

Bunga Bangkai Kembali Mekar di PALI

Katin dengan bunga bangkai yang tumbuh di pekarangan rumahnya.

PALI, BP–Warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan kembali munculnya sejumlah bunga yang diduga merupakan padma raksasa atau lebih dikenal bunga bangkai di pekarangan rumah sejumlah warga Talang Miring, Kelurahan Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Bunga yang sering disebut rafflesia arnoldii ini tumbuh subur sejak sepekan terakhir dengan diameter mencapai 30 centimeter dan tinggi mencapai 60 centimeter. Kondisi bunga tersebut masih kuncup (belum mekar) serta mengeluarkan aroma tidak sedap.

Bunga rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan parasit obligat karena memiliki ukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia yang tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis.

Baca:  Tukang Kasur Tersungkur Bersimbah Darah Ditikam Begal

Menurut Katin (42), pemilik pekarangan yang ditumbuhi bunga yang membawa nama Bengkulu hingga dikenal di dunia sebagai The Land of Rafflesia atau Bumi Rafflesia ini, bunga tersebut sering tumbuh dengan sendirinya dan tidak tentu waktu serta jumlahnya.

“Tumbuh sendiri sejak seminggu yang lalu, biasanya tidak pasti tumbuhnya kapan, kadang setahun sekali. Pernah juga dua tahun kemudian dan kadang jumlahnya bukan hanya satu, dan jaraknya pun berdekatan. Tahun ini hanya satu, dan sudah cukup besar,” ungkapnya sembari memperlihatkan bunga bangkai yang tumbuh tepat di samping rumahnya, Selasa (17/10).

Baca:  Warga Air Itam Harapkan Perhatian Pemerintah

Biasanya, lanjut Katin, bunga ini tidak memiliki umur panjang, biasanya paling lama tumbuh sekitar tiga bulan, dan saat mekar bunga ini selalu dikerumuni lalat dan perlahan mati. “Biasanya sekitar tiga bulanan, dan bunganya perlahan mati dengan sendirinya. Kalau sudah mekar baunya sangat menyengat, seperti bau-bau bangkai,” tambahnya.

Selain di perkarangan rumah Katin, bunga ini juga tumbuh di pekarangan belakang rumah Juriah (53). Di pekarangan Juriah, bunga bangkai tersebut berukuran sedikit lebih kecil dari bunga yang tumbuh di pekarangan Katin, serta berjumlah lebih banyak dan jaraknya berdekatan.

Baca:  Inspektorat Harapkan BKD Cepat Tanggap

“Kemarin mengetahuinya saat membersihkan rumput di belakang rumah, karena aneh dan warnanya mencolok kemerah-merahan, dan saya biarkan saja. Dulu pernah tumbuh juga di sekitar sini, dan ukurannya mencapai satu meter. Baunya pun seperti bangkai. Jadi, banyak warga yang datang hanya untuk melihat-lihat serta berfoto dengan bunga ini,” jelas ibu tiga anak.

Selain itu, bunga  pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan tropis Bengkulu  (Sumatera) ini, juga tumbuh di pekarangan rumah Lelek dan Yanti, yang juga merupakan warga Talang Miring, Kelurahan Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. #hab

x

Jangan Lewatkan

Untuk Emas, Atlet PALI Diberi Reward Rp25 Juta

PALI, BP–Perhatian Bupati PALI H Heri Amalindo dalam bidang olahraga tidak diragukan lagi. Suami dari Hj. Sri Kustona ini berjanji ...