Home / Budaya / Ki. Mgs. H. Nanang Masri, Bapak Pendidikan Islam Palembang

Ki. Mgs. H. Nanang Masri, Bapak Pendidikan Islam Palembang

BP/IST
Ki. Mgs. H. Nanang Masri , Bapak Pendidikan Islam Palembang

Tokoh ini dikenal oleh masyarakat sebagai bangsawan yang sangat terpelajar, ulama, dan Bapak Pendidikan Islam Sumatera Selatan.

Pengamat sejarah kota Palembang, Kms. H. Andi Syarifuddin menjelaskan, nama lengkapnya ialah Masagus Haji Abdurrahman Nanang Masri bin Mgs. Abdul Azim (Cek Atim) bin Mgs. M.Soleh Demang Wira Kesuma bin Mgs. Zainuddin bin Mgs. Syamsuddin bin Mgs. Syawal bin Pangeran Surya Wikrama Sebakti bin Susuhunan Sultan Abdurrahman Candi Walang.

“Ia dilahirkan oleh ibunya Mas Nurani bt H.M.Yasin dalam tahun 1303 H atau 1885 M. Putera ke 3 dari 9 bersaudara,” katanya, Senin (16/10).

Baca:  Kisah Syekh Haji Zen, Ulama Sufi Yang Syahid Di Perang Palembang 1819

Selain mendapatkan pendidikan dari ayahnya sendiri, ia juga belajar kepada ulama-ulama besar Palembang waktu itu, diantaranya Ki. Merogan, dll.

“Kemudian ia melanjutkan studinya ke Timur Tengah, berguru kepada ulama2 terkenal seperti: Syekh Hasan bin Said Yamani al-Makki, Sayid Muhammad bin Amin, Sayid Hamzah Zainuddin al-Madani, dll,” katanya.

“Sedang pendidikan formal ia tercatat sebagai murid di Masjidil Haram, Madrasah Shoulatiyah, dan di Perguruan al-Azhar Mesir,’ katanya.

Setelah pulang ke tanah air, banyak sekali aktivitas, dakwah & jabatan yg dilakoninya terutama dunia pendidikan yg banyak melahirkan alumninya menjadi ulama & tokoh-tokoh besar terkemuka, diantaranya:
– Pendiri Madrasah Ahliyah Palembang (1925)
– Guru Agama sekaligus Kepala Sekolah
– Ketua Panitia Pendirian Madrasah (1929)
– Anggota Jong Islamitten Bond (JIB) cabang Palembang, 1928.
– Komisaris Majelis Pertimbangan Igama Islam (MPII) Palembang, 1930
– Anggota Lujnah Tanfiziah MPII Palembang
– Pengurus Masjid Agung Palembang
– Penulis, dll.

Baca:  Palembang Diserang Pasukan Inggris Melalui Kapal Induk HMS Illustrious

“Karya tulisnya yg monumental diantaranya ialah: “Sejarah as-Sulthaniyah Keturunan Raja-raja Palembang Asal wal Furu’ “(1936), dll,” katanya.

Selain itu menurutnya, hingga akhir hayatnya Ia memiliki beberapa orang isteri, dari pernikahannya ini ia hanya memperoleh seorang puteri yg wafat selagi kecil bernama Msy. Fatimah Cek Fatum.

Ki. Mgs. H. Nanang Masri wafat pada malam Sabtu, 8 Jum Akhir 1366H bersamaan 16 April 1948 dalam usia 63 tahun. Dimakamkan di Puncak Sekuning Palembang jam 10 pagi.

Baca:  Kemas Said, Ulama Pejuang yang Syahid di Perang Palembang 1819

“Melihat kiprah, perjuangan & jasa-jasanya di dunia Pendidikan sudah sepantasnyalah tokoh Sumsel ini kiranya mendapat anugrah sebagai Bapak Pendidikan Nasional,” kata Andi. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

10 Kandidat ‘Duel’ Berebut Kursi DKSS di Musda 2018

Palembang, BP Setelah sempat tertunda, akhirnya Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Kesanian Sumatera Selatan (DKSS) digelar oleh jajaran panitia. Musda resmi ...