Home / Headline / Hak-hak Kaum Disabilitas Masih Terabaikan

Hak-hak Kaum Disabilitas Masih Terabaikan

Sedikitnya 300 orang tunarungu memadati halaman Kantor Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, dalam rangka memperingati Hari Tuli Internasional, Minggu (15/10), dengan menggelar jalan sehat dan lomba lukis dan sosialisasi bahasa isyarat untuk umum. BP/DUDY OSKANDAR

Palembang, BP–Sedikitnya 300 orang tuna rungu memadati halaman Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Selatan, dalam rangka memperingati Hari Tuli Internasional,. Minggu (15/10) di halaman kantor Dinsos Sumsel dengan menggelar jalan sehat dan lomba lukis dan dan sosialisasi bahasa isyarat untuk umum.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Prov Sumsel, Belman Karmuda mengatakan, Selama ini, masyarakat dan pemerintah mengabaikan hak-hak penyandang disabilitas. Salah satunya terkait hak hidup. Banyak yang masih memberi pandangan negatif, bahkan dianggap sebagai ‘kutukan’ ataupun ‘malapetaka’ mereka yang berkekurangan secara fisik maupun mental termauk kaum tuna rungu.

Dan pandangan seperti ini justru datang dari keluarga dekat. Para penyandang disabilitas pun sering mengalami nasib kurang menyenangkan. Mulai dari dikucilkan, hingga dikirim ke panti, dan yang terburuk dipasung.
Padahal menurutnya, Pemerintah Republik Indonesia telah mensahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) penyandang disabilitas menjadi UU penyandang disabilitas. Sebagai pemenuhan hak penyandang disabilitas baik hak ekonomi, politik, sosial maupun budaya bagi penyandang disabilitas.

“Masyarakat umum jarang baca UU, dan dunia usaha juga masih mensisihkan mereka. Begitu juga di pendidikan, mereka tidak ada ruang dan pendamping, padahal mereka juga ingin kuliah,” katanya.

Menurutnya, khususnya dalam dunia pendidikan. Setiap kampus menyediakan tempat dan ruang bagi penyandang disabilitas. Mulai dengan mengajarkan bahasa isyarat, hingga menyediakan fasilitas. Meski, Provinsi Sumatera Selatan mempunyai banyak perguruan tinggi, baik negeri ataupun swasta, nyatanya hanya Universitas Bina Dharma yang telah mengajarkan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), bahasa yang lumrah digunakan oleh para penyandang tuna rungu.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, para penyandang Disabilitas, justru mempunyai ketrampilan dan disiplin tinggi. Hal ini terlihat saat berlangsungnya acara peringatan Hari Tuli Nasional tersebut. Saat para penyandang disabilitas, ingin membeli es. Mereka rela antri, dan berjajar rapi menunggu giliran.

Berdasarkan data yang ada di Gerakan Kaum Tuli Indonesia (Gerkatin) Provinsi Sumatera Selatan. Sedikitnya tercatat 300 orang penyandang disabilitas, diberdayakan di panti yang ada di daerah Kenten. Jumlah tersebut, mayoritas merupakan masyarakat Kota Palembang sedangkan ribuan untuk tingkat Sumsel.

Belman menghimbau kepada keluarga yang mempunyai keluarga tunarungu, untuk jangan takut mengakui salah satu keluarganya menyandang disabilitas. Karena, anggota keluarnya yang menderita kelainan tersebut sebenarnya hanya ingin sharing.

Dengan adanya sharing, keinginannya bisa tersalurkan dan tidak merasa sendiri di dunia ini.
Melalui gerkatin. Belman menyebutkan, selalu ada pembelajaran bahasa isyarat bagi masyarakat umum setiap minggunya. Sekaligus, berusaha menjalin kerjasama dengan dunia pendidikan.

Apalagi, jelang berlangsungnya Asian Games 2018 mendatang, dimana Kota Palembang bersama DKI Jakarta terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan event akbar Bangsa-Bangsa Asia. Tidak menutup kemungkinan akan ada atlet ataupun oficial penyandang disabilitas.

Ketua DPD Gerkatin Sumsel, Wawan Oktaria Lubis menambahkan , keinginannya mendapatkan hak dan perlakuan yang sama mendapatkan pendidikan. Menurutnya, meski mengalami kekurangan, dirinya dan penyandang disabilitas lainnya juga mempunyai keinginan merasakan bangku kuliah.

“Kami inginnya seluruh organisasi lainnya turut bergabung, dan ada program kuliah bagi yang Tuli,” katanya. #osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pangdam II Sriwijaya Kunjungan Kerja Bersama Forkompimda Sumsel Ke OKU dan Pali Terkait Covid-19

Palembang, BP Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., bersama Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melaksanakan kunjungan kerja ...