Home / Hukum / Ibu Muda Babak Belur Ditinju Suami yang Naik Pitam Dilarang Main HP

Ibu Muda Babak Belur Ditinju Suami yang Naik Pitam Dilarang Main HP

Aninda saat melaporkan kelakuan suaminya ke Polresta Palembang.

 

Palembang, BP–Hanya karena melarang suaminya terus-menurus memainkan ponsel, Aninda Asmara (21), warga lorong Pedatuan Darat, Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang harus mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Aninda pun akhirnya melaporkan kejadian teraebut ke Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Minggu (15/10), karena tak tahan dengan kelakuan suaminya.
Aninda menuturkan, peristiwa terjadi pada Sabtu (14/10) sore. Permasalahan dalam rumah tangganya muncul karena suaminya M Nuzen (23) tidak bekerja namun hanya bermain ponselnya sepanjang hari.
Merasa kesal karena suaminya terus menganggur dan di rumah kerjanya hanya main ponsel saja, korban melarang suaminya tersebut.
Namun terlapor tersinggung dan marah, korban dipukuli hingga mengalami luka pada bagian mata akibat tinju suaminya yang naik pitam karena permasalahan tersebut.
“Kami sempat cekcok, saya mau ambil HPnya. Dia itu main HP terus,” ujarnya.
Setelah terlibat cek-cok beberapa saat, lanjut Anindq, tiba-tiba sang suami yang naik pitam, langsung melayangkan tinju ke mukanya atau tepat mengenai bagian matanya.
“Dia jadi emosi langsung memukul saya tepat di mata, sampai bengkak mata saya ini,” katanya.
Kepala SPK Polresta Palembang Ipda Abdul Wahab mengungkap, pihaknya telah menerima laporan korban KDRT dan telah melengkapi berkas laporannya termasuk bukti visum.
“Laporan korban sudah kita limpahkan ke Satreskrim unit PPA untuk ditindaklanjuti,” ujarnya. #idz
Baca:  Guru Olahraga Aniaya Ibu Kandung
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Polisi Mencium Bau Alkohol dari Mulut Pelaku Kerusuhan di Flyover Slipi

Jakarta, BP — Sejumlah orang dari sekelompok massa yang melakukan kerusuhan di flyover Slipi, Jakarta Barat diamankan polisi. Diduga sebagian ...