Home / Pemerintahan / Ketua MPR RI: Jangan Mudah Diadu Satu Sama Lain

Ketua MPR RI: Jangan Mudah Diadu Satu Sama Lain

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dengan pata mubaligh.

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan, umat Islam akan maju jika menguasai ilmu pengetahuan, ekonomi dan kekuasaan dan kita berharap umat Islam  bersatu, solid dan bersama-sama membangun negara.

“Bangsa Indonesia yang mayoritas berpenduduk umat Islam memiliki potensi besar menjadi negara maju. Untuk mencapai itu kita harus bersatu, solid  dan tidak mudah diadu satu-sama lain,” kata Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis malam (12/10) ketika memberi sambutan pada acara Halaqah Kebangsaan dan Rakernas Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia tahun 2017.

Baca:  Sekjen MPR: Tidak Mudah Kembalikan UUD 45 Ke Naskah Asli

Menurut Zulkifli, Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia. Dan Pancasila merupakan wadah pemersatu serta merupakan  sistem nilai yang sejalan dengan semua ajaran agama di Indonesia.

“Pancasila tidak perlu dipersoalkan lagi. Jangan ada lagi yang berpikiran bila  orang  menjalani ajaran agama dianggap menjauhi Pancasila. Sedangkan, orang yang menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dianggap menjauhi agama,” tutur Zulkifli.

Baca:  MPR RI Sepakat Indonesia Miliki Haluan Negara

Dikatakan, proses kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari  peran dan perjuangan  ulama dan kyai serta organisasi keagamaan. Misalkan  organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), sudah ada dan berperan pada  masa perjuangan kemerdekaan.”Para ulama banyak yang  berjuang merebut kemerdekaan Indonesia,” jelas Zulkifli.

Soal lahirnya Pancasila hingga disepakati dengan lima sila seperti saat ini, lanjut Zulkifli, merupakan bagian dari kesepakatan dan jiwa besar umat Islam. Sebab Umat Islam, merelakan  sila pertama Pancasila direvisi  menjadi  Ketuahanan Yang Maha Esa untuk mengakomodasi agama lain di Indonesia, agar Indonesia bersatu.

Baca:  Zulkifli Ajak Anak Muda Lawan Korupsi

Zulkifli menambahkan,  Indonesia berapa kali merubah bentuk negara, dari republik, menjadi negara serikat dan kemudian kembali lagi menjadi negara Republik, tapi Pancasila tidak berubah. Akan tetapi tidak masalah karena Pancasila mempersatukan bangsa Indonesia yang heterogen.

Dia  mengingatkan para ulama agar betul-betul memperhatikan umat Islam dan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus bersatu,  jangan mau diadu satu sama lain, sementara kekayaan alam Indonesia terus dieksploatasi oleh asing,” paparnya. #duk

x

Jangan Lewatkan

Trimedya Panjaitan: DPR Setujui Anggaran Densus Tipikor Rp800 Miliar

Jakarta, BP–Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan mengatakan, wacana pembentukan Densus Tipikor berawal dari usulan penguatan kinerja kepolisian ...