Home / Olahraga / Lewat Porprov, Persani Ingin Telurkan Atlet PON

Lewat Porprov, Persani Ingin Telurkan Atlet PON Incar 15 Atlet Masuk Program Sriwijaya 2020

Sekretaris Umum Persani Sumsel Adi Wahyuono

Palembang, BP – Pengurus Persatuan Senam Indonesia (Persani) Sumsel sangat menaruh harap pada dua multi event daerah untuk memperbaiki prestasinya di PON Jawa Barat 2016 lalu.
Dua multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI 2017 dan Porprov XII tahun 2019 yang akan datang jelang pesta olahraga multievent paling bergengsi Tanah Air PON 2020 di Papua menjadi batu loncatan untuk mampu ‘membalas dendam’ pada PON Jabar tahun lalu yang harus legowo dengan satu medali perunggu.
“Salah satunya adalah Porprov XI nanti di Bulan November di Palembang. Kita menginginkan bisa lahir atlet yang bisa memperkuat Sumsel di PON XX Papua 2020 nanti,” ujar Sekretaris Umum Persani Sumsel Adi Wahyuono, Kamis 12/10).
Adi menyebut pesenam Sumsel yang masuk dalam skuat Sriwijaya 2020 besutan KONI Sumsel masih belum maksimal. Sehingga diharapkan Porprov 2017 dan 2019 mampu menelurkan atlet andalan Sumsel sehingga mampu berbicara banyak di PON Papua tiga tahun mendatang.
“Ya kalau hitung-hitungan kita menginginkan 15 atlet bisa masuk di Sriwijaya 2020. Jumlah itu realisitis jika akan turun di artistik putra/putri dan juga ritmik putra dan putri,”harapnya.
Oleh karena itu, melalui Porprov XI bulan depan ini bisa muncul para pesenam potensial yang mampu memperkuat Sumsel baik di single event nasional maupun multievent nasional. Hal ini cukup mendesak karena tiga tahun jelang PON bukan waktu yang lama.
“Saat ini pemetaan kekuatan pesenam hampir merata karena mereka yang ada di SONS ketika Porprov membela daerahnya masing-masing,”jelasnya.
Sementara itu dikatakan Pelatih Senam Sumsel Faisal Reza bahwa pembatasan usia yang turun di Porprov bisa ditolerir lagi. Pasalnya masing-masing cabang olahraga berbeda pembatasan syarat usia untuk di PON sehingga Porprov sebagai multievent pembinaan juga harus membedakan sesuai cabornya.
Sebut saja senam yang diusia 30-35 tahun saja bisa turun selagi atlet tersebut bisa dan mampu. Berbeda dengan cabor lain yang ada tak boleh melebihi usia 28 tahun.
“Oleh karena itu kita berharap pembatasan usia bukan kelahiran 1996 tapi minimal 1993 di Porprov bulan depan,”pungkasnya. #sug.
Baca:  Pemegang Medali PON Dilarang Tampil di Porprov
x

Jangan Lewatkan

Desak KONI Sumsel Tegas Terhadap ‘Pembegalan’ Atlet

Palembang, BP– Jelang pesta olahraga multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI pada 18 hingga 26 November 2017 mendatang persaingan diberbagai ...