Home / Budaya / Tiga Makam Bersejarah di Kota Palembang Segera Diperbaiki

Tiga Makam Bersejarah di Kota Palembang Segera Diperbaiki

Dinas Kebudayaan kota Palembang dipimpin Kepala Dinas Sudirman Tegoeh dan jajaran melakukan kunjungan ke Makam Sultan Muhammad Mansyur, Selasa (10/10).  BP/DUDY OSKANDAR

Palembang, BP–Pemerintah kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan kota Palembang segera akan memperbaiki tiga makam bersejarah di kota Palembang yaitu Komplek Makam Sultan Muhammad Mansyur yang merupakan Sultan Palembang yang berada di Kawasan Kebon Gede, 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang, Komplek makam Bagus Kuning di Plaju dan Komplek makan Ratu Pembayun (tokoh perempuan yang melahirkan raja-raja Palembang di masa Kerajaan Palembang yang makamnya di 15 Ilir

Untuk itu Dinas Kebudayaan kota Palembang dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Tegoeh dan jajaran diantaranya Kabid Cagar budaya dan permuseuman Abdul Gani bersama Kasi Registrasi Cagar Budaya , H Rijal SH, Kasi Permuseuman dan Bangunan Bersejarah Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Nyimas Ulfah Aryeni dan RM. Rasyid Thohir selaku Ketua Forum Kuncen Makam melakukan kunjungan ke Makam Sultan Muhammad Mansyur, Selasa (10/10).

Baca:  Syekh Kemas Ahmad Bin Abdullah, Sang Ulama Besar Masjid Agung Palembang

Dimakam Sultan Muhammad Mansyur, Sudirman bertemu dengan pengelola Komplek Makam Sultan Muhammad Mansyur, Syamsul Bahri dan bertemu dengan jajaran Lurah dan Camat setempat.
Sudirman Teguh mengatakan, kalau pihaknya melakukan pendataan apa-apa yang perlu diperbaiki di tiga makam tersebut.

“Karena kita data dulu apa yang harus diperbaiki, seperti Makam Sultan Muhammad Mansyur , rehab sesuai permintaan dari zuriat dengan merubah pintu masuk , trus kita buat awning untuk melindungi dua makam permaisuri Sultan Muhammad Mansyur, sekaligus kita rehab lantainya dan masang penerangan,” katanya.
Rehab yang dilakukan diambil dari dana ABPB Kota Palembang 2018 nanti yang jumlahnya akan disesuaikan dengan kondisi kerusakan makam.

Baca:  Kepahlawanan Pangeran Sido ing Rejek Perlu Diangkat Kepermukaan

“Rehabnya rehab ringan agar bisa menjadikan makam itu lebih nyaman dikunjungi untuk penziarah, kita mencoba merehab diantaranya kita buat petunjuk seperti makam Ratu Pembayun , kita buat petunjuk dan pintu gerbang masuk , karena makam Ratu Pembayun tidak ada identitas sama-sekali kita buat yang bagus,” katanya.

Ini menurutnya, yang perlu diketahu para zuriat adalah bentuk kepedulian pemerintah harus diberitahu, karena sejak ada Dinas Kebudayaan , Walikota Palembang H Harnojoyo sangat intensif merawat makam-makam bersejarah namun harus diketahui kalau anggaran untuk merawat makam bersejarah ini terbatas .

Di ruangan makam Sultan Muhammad Mansyur, Selasa (10/10). BP/DUDY OSKANDAR

“Kedepan jika makam-makam ini bagus , bisa jadi lokasi wisata ziarah yang akan dikembangkan,” katanya.
Sedangkan pengelola Komplek Makam Sultan Muhammad Mansyur, Syamsul Bahri meminta, pemerintah kota Palembang segera melakukan perbaikan komplek makam Sultan Muhammad Mansyur dimana pintu masuknya dibuat membelakangi makam.

Baca:  Wong Palembang Naik Haji Dari Tahun 1884

“Dua makam permaisuri, Sultan Muhammad Mansyur harus dimasukkan juga sama dengan makam Sultan Muhammad Mansyur dan perlu ada penerangan dalam komplek ini,” katanya.

Setelah itu rombongan Dinas Kebudayaan Palembang melakukan kunjungan ke Makam Menteri Arsitektur zaman Kesultanan Palembang Darussalam, Kironggo Wiro Sentiko di Kawasan Talang Kerangga , Kecamatan IB II yang saat ini dilakukan perbaikan ringan oleh zuriatnya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Kebijakan Setengah Hati, Teknologi Rumah Kayu Terpinggirkan

Jakarta, BP–Arsitek Senior dan pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, sudah saatnya teknologi kayu mendapat tempat dalam lansekap ...