Home / Headline / Sudah Dibangun, Pintu Perlintasan KA Belum Juga Difungsikan

Sudah Dibangun, Pintu Perlintasan KA Belum Juga Difungsikan

Kereta api melaju di perlintasan tanpa ditutup oleh palang pintu yang sudah tersedia.

Muaraenim, BPDua unit palang pintu perlintasan kereta api di jalan menuju SMAN 1 Muaraenim, Kelurahan Pasar I dan perlintasan dekat rumah dinas Wakil Bupati Muaraenim, Kelurahan Tungkal, belum juga difungsikan. Padahal kedua pintu perlintasan tersebut sudah lama selesai dibangun, bahkan warna cat bangunan pos penjaga sudah mulai pudar. Selain itu perlintasan tersebut cukup rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

                 Sekretaris Dinas Perhubungan Muaraenim Akmaludin ketika dikonfirmasi mengaku heran kenapa pihak PT KAI belum juga memfungsikan pintu perlintasan yang telah selesai dibangun tersebut. “Masalah pengoperasian palang pintu perlintasan tersebut sepenuhnya menjadi kebijakan PT KAI melalui Balai Besar Perkereta Apian,” jelas Akmal yang ditemui usai mengikuti rapat di Pemkab Muaraenim, Rabu (11/10).

               Menurutnya, pihaknya sudah menyampaikan permasalahan tersebut ke PT KAI. Untuk itu dalam waktu dekat Dinas Perhubungan Muaraenim akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan bidang balai besar perkeretaapian kapan palang pintu perlintasan tersebut akan dioperasikan.

              Dijelaskannya, Pemkab Muaraenim melalui Dinas Perhubungan  sudah menyiapkan personel tenaga yang akan menjaga enam titik pintu perlintasan kereta api yang ada dalam Kota Muaraenim. Bahkan 24 orang personel Dinas Perhubungan tersebut sudah mengikuti pelatihan  khusus untuk menjaga pintu perlintasan.

                  Ke 24 orang personel Dishub tersebut, lanjutnya, telah dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat untuk menjaga pintu perlintasan kereta api. “Dari enam titik perlintasan kereta api yang ada dalam Kota Muaraenim, baru dua titik yang telah dibangun palang pintu perlintasan, namun belum juga dioperasikan,” jelasnya.

            Meski belum dioperasikan, lanjutnya, ke 24 personel Dishub yang telah mendapatkan pendidikan tersebut ditugaskan menjaga enam titik perlintasan kereta api yang ada dalam kota Muaraenim tersebut. Namun untuk sementara ini, honor mereka masih ditanggung Pemkab Muaraenim. Jika palang pintu perlintasan tersebut telah dioperasikan, maka honor mereka akan ditanggung PT KAI.

             Saat ini, lanjutnya, tinggal  empat titik perlintasan kereta api yang belum dibangun palang pintu, yakni perlintasan jalan  belakang kantor Capil Muaraenim, perlintasan jalan rumah tumbuh dekat makam pahlawan, perlintasan menuju jalan pelitasari depan TK YWKA dan perlintasan jalan Pelawaran.#nur

 

Baca:  Dua Demonstran Ditetapkan Tersangka
x

Jangan Lewatkan

Ganti Shabu Dengan Garam, Andi Dibekuk

Kayuagung, BP–Berharap mendapat untung besar dengan mengelabui pembeli, Andi Piteriyadi (41), pengedar narkoba jenis shabu-shabu warga Desa Muara Niru, Dusun I, Kecamatan ...