Home / Headline / Pesan Kapolri pada Mahasiswa: Jangan Demo Karena Nasi Bungkus

Pesan Kapolri pada Mahasiswa: Jangan Demo Karena Nasi Bungkus

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan kuliah umum di depan BEM/DEMA se Indonesia di gedung serbaguna Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Rabu (11/10).

Palembang, BP–Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, peran pemuda dan mahasiswa terhadap kemajuan bangsa sangatlah berdampak siginifikan. Oleh karena itu, mahasiswa seharusnya memiliki sikap kritisan dan berwawasan kebangsaan.

Kendati demikian, seorang mahasiswa jangan hanya kritis saja tapi opini dan apa yang disampaikan harus berdasarkan kepentingan bersama dan menuju ideologi bangsa. Pasalnya, Tito menyebut bahwa sejarah bangsa terdahulu selalu dimulai dari seorang pemuda dan mahasiswa. Akan tetapi jangan sampai kritisnya ditunggangi oleh orang-orang berkepentingan.

“Jangan sampai, maaf ya jangan tersinggung, mahasiswa demo hanya karena nasi bungkus,” terang Kapolri Jendral Tito Karnavian dalam acara Kongres ke IV BEM/DEMA se Indonesia di Gedung Academik center (AC) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Rabu (11/10).

Baca:  Jenderal Tito Kunjungi Keluarganya Satu Satu di Palembang

Oleh karena itu, lanjut Tito pemahaman tentang ideologi, peta perekonomian dan keamanan seorang pemuda dan mahasiswa haruslah memahami. Sehingga pada gilirannya, sekalipun mereka kritis akan tetapi demi kemajuan bangsa. Tito mencontohkan, bahwa mengenai sejarah bangsa yang mencatat peran pemuda dan mahasiswa sangatlah berperan, sebut saja Gerakan Budi Utomo yang diprakarsai mulai dari dua pemuda pada 20 Mei 1908 lalu.

“Artinya kita berharap mereka adalah generasi muda dan harapan bangsa yang pemikiran dan ide yang membangun sangat dibutuhkan bangsa,” terangnya.

Baca:  Penahanan Amunisi Oleh TNI, Kapolri Tolak Berkomentar

Tito menyebut, terdapat dua faktor yang berpotensi mengancam perpecahan kebinekaan yang seharusnya mahasiswa bisa membantu merawat kebhinekaan. Dua faktor itu terdiri atas kelompok internal dan eksternal.

“Kelompok pertama ialah dari internal atau dalam negeri yang berkaitan soal kesejahteraan dan ketimpangan, yaitu beruntung secara ekonomi dan kurang beruntung secara ekonomi,” ujar Tito.

Ia juga berharap kepada seluruh mahasiswa untuk mampu berpikir secara luas, sehingga bisa menciptakan generasi yang menjadi terobosan baru.

“Saya berharap mahasiswa bisa mengajak temannya untuk menciptakan generasi yang maju dan menjadi terobosan yang baru,” harapnya.

Ia mengatakan, bahwa ini kali pertamanya, dirinya menjadi keynote spake di kampung halamannya untuk sharing informasi tepatnya di UIN Raden Fatah Palembang.

Baca:  DPR Segera Proses Komjen Tito Sebagai Kapolri

“Saya diundang berkali-kali tapi gagal, karena kesibukan dan banyak kegiatan. Begitu UIN mengundang dan acaranya pun bagus dan waktunya tepat jadi saya bisa kedatang ke kampung halaman saya,” tukasnya.

Sementara itu, dikatakan Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof DR Sirozi bahwa ini merupakan kongres BEM/DEMA PTAI yang diprakarsai oleh DEMA UIN Raden Fatah Palembang sebagai tuan rumah. Sirozi berharap kongres tersebut bisa melahirkan gagasan dan opini yang orientasinya adalah mampu memperbaiki bangsa baik melalui pendidikan maupun dalam merawat ideologi pancasila.

“Jadi kami imbau agar mahasiswa mampu berperan dan berkontribusi dalam mendukung kemajuan bangsa. Melalui berbagai lini dan apa yang bisa diperbuat. Termasuk dalam kongres ini akan menelurkan ide dan gagasan yang dibahas secara nasional,” pungkasnya.#sug

 

 

x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Pemerintah Tindak Angkutan Berat Masuk Kota Yang Tak Kenal Waktu

Palembang, BP Sebuah truk kontainer Hino dengan nopol BH 8007 ME menghantam mobil Grand Livina nopol BG 1751 DC tepat ...