Home / Headline / Penahanan Amunisi Oleh TNI, Kapolri Tolak Berkomentar

Penahanan Amunisi Oleh TNI, Kapolri Tolak Berkomentar

Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai menjadi Keynote Speaker Kongres ke-4 BEM/DEMA PTAI se-Indonesia di UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (11/10).

Palembang, BP–Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian saat ditemui usai menjadi Keynote Speaker Kongres ke-4 BEM/DEMA PTAI se-Indonesia di UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (11/10), menolak untuk berkomentar terkait penahanan amunisi milik instansi yang dipimpinnya tersebut.

 

“Saya tidak ingin berkomentar yang lain. Yang lain silakan ke Pak Rikwanto,” kata Tito seraya masuk mobil dan segera tancap gas ke Bandara SMB II untuk kembali ke Jakarta.

Baca:  Jenderal Tito Kunjungi Keluarganya Satu Satu di Palembang

 

Karo Penmas Bidhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto ketika dikonfirmasi juga irit bicara. Dirinya berujar, komentar dari Polri sendiri akan disampaikan langsung ke Menko Polhukam Wiranto.

 

“Soal senjata yang ditahan Mabes TNI, kami hanya ingin komentar ke Menko Polhukam,”ujarnya.

 

Sebelumnya, Komisi III DPR RI akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pada hari ini, Kamis (12/10), untuk mempertanyakan soal isu senjata Polri yang ditahan TNI.

Baca:  DPR Segera Proses Komjen Tito Sebagai Kapolri

 

Markas Besar TNI sendiri terkejut dengan ribuan amunisi yang dipesan Kepolisian dikarenakan berspesifikasi militer. Sebab, 5.9r2 amunisi jenis castor kaliber 40mm, dengan spek 40×46 mm roun RLV-HEFJ memiliki daya ledak tinggi yang tak dimiliki oleh TNI.

 

Sementara terkait insiden penembakan disertai bunuh diri tiga anggota Brigade Mobil (Brimob) di lokasi penambangan Sarana Gas Trembul, Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rikwanto mengatakan, saat ini Polda Jawa Tengah sedang mendalami kasus penembakan tersebut.

Baca:  Pesan Kapolri pada Mahasiswa: Jangan Demo Karena Nasi Bungkus

 

“Kapolda Jateng sedang mendalami itu. Sampai terjadi (penembakan) seperti apa. Motivasinya apa dan bagaimana itu bisa terjadi,” kata dia.

 

Terkait dengan izin pengamanan area tambang, Rikwanto tak menampik jika hal itu memang diperbolehkan. Bahkan dia beralasan, bahwa Polri bertugas menjaga keamanan, termasuk menjaga area pertambangan tersebut.

 

“Memang tugas polisi adalah menjaga keamanan. Ini yang akan diperiksa lebih dalam. Polda Jateng yang akan melakukan pendalamannya,” ujarnya singkat. #idz

 

x

Jangan Lewatkan

Pembunuh Darman Diringkus

Palembang, BP–Setelah satu tahun buron karena melakukan pembunuhan terhadap Darmansyah (21) di Kafe Golden Star, Kampung Baru, Sukarame, Nick Hendrik ...