Home / Headline / Aftaria Butuh Dukungan Untuk Sembuh

Aftaria Butuh Dukungan Untuk Sembuh

BP/IST
Aftaria Ramadana (18) yang menderita sakit sejak berusia bayi sedikit bisa tersenyum saat didatangi tim Lintas Politika, Selasa (10/10) sore di kontrakan keluarganya yang terletak di Jalan Enim 7 Sako, Palembang .

Palembang, BP

Aftaria Ramadana (18) yang menderita sakit sejak berusia bayi sedikit bisa tersenyum saat didatangi tim Lintas Politika, Selasa (10/10) sore di kontrakan keluarganya yang terletak di Jalan Enim 7 Sako, Palembang .
Menurut Kemas Khoirul Mukhlis Direktur Lintas Politika, pihaknya juga membawa sejumlah bantuan berupa kebutuhan pokok serta uang tunai yang merupakan sumbangan dan zakat dari beberapa Tokoh Inspirasi Sumsel.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa sedikit berbagi, dan mudah-mudahan bantuan selanjutnya akan bertambah karena sudah ada beberapa tokoh yang berjanji turut berpartisipasi,” ujar Mukhlis., Selasa (10/10).
Dijelaskan, walaupun mendadak namun pengumpulan dana tersebut dilakukan demi meringankan beban keluarga. Menurutnya, walaupun masih namun pihaknya menyalurkan segera karena sudah sangat mendesak dibantu.
Sementara itu Erma yang merupakan Ibu Aftaria merasa sangat berterima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap penderitaan anaknya ini.
Dengan terbata-bata karena haru dia sangat bersyukur atas kehadiran Tim Lintas Politika ini.
“Kami sekeluarga sangat terbantu atas kepedulian ini. Mudah-mudahan dibalas Allah swt dan dibukakan pintu rezeki bagi yang telah membantu,” katanya.
Di tempat yang sama, Ricky Perdana yg artis sinetron merasa turut prihatin dengan apa yang dialami Aftaria. Ricky berpesan kepada pihak keluarga untuk bersabar menerima ujian seperti ini.
Turut dalam rombongan juga salah satu Tokoh Inspirasi, Anang Charma.
Erma tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau putri pertamanya harus tertimpa penyakit tersebut.
Aftaria Ramadana anak pertama Erma harus bergelut dengan penyakit ganas yang menyerangnya sejak ia berusia 2 tahun.
Bermula saat Aftaria Ramadana (Dana) sapaan akrabnya menginjak usia 2 tahun, ia selalu sakit panas yang berlebihan dan sering dibawa ke Puskesmas.
“Dana sering panas tinggi, sering saya bawa untuk berobat”, kata ibunya Erma.
Tak lama setelah panas tinggi yang sering menyerang anaknya, sampailah kepada puncak ketika suhu tubuh anaknya kembali naik dalam waktu yang lama ketika sore hari.
Selain panas yang tinggi, tubuh Dana juga kejang – kejang lalu Erma bersama suaminya Fajar segera langsung membawa ke rumah sakit Muhammad Housin (RSMH) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dana sempat tidak sadarkan diri selama berada di rumah sakit.
“Anak saya 9 hari tidak sadarkan diri, kala itu saya sangat ketakutan atas kondisi anak saya”, jelasnya.
Setelah mendapatkan perawatan selama 17 hari Dana akhirnya bisa kembali dibawa pulang ke rumah.
Akan tetapi Erma belum bisa mendapatkan kabar baik, pasalnya sebelum Dana diperbolehkan pulang ke rumah Dokter menyampaikan pesan kepada Erma kalau anaknya terkena penyakit Infeksi dibagian Otak dan sulit untuk disembuhkan.
Mendengar pernyataan dokter tersebut, Erma hanya bisa membesarkan hati untuk tetap merawat anaknya.
“Meski dokter mengatakan anak saya sulit disembuhkan, tetapi saya tidak berputus asa untuk merawat Dana,” katanya.
Kondisi Dana saat ini sangat memprihatinkan, selain tubuhnya yang hanya tinggal dilapisi kulit saja, ia juga tidak bisa berjalan dan berbicara.

Menonton televisi adalah keseharian yang bisa dijalani Dana saat ini, untuk makan, mandi serta keperluan lain ia harus dibantu oleh kedua orangtuanya.
Sebagai orangtua Erma sangatlah bersedih karena melihat kondisi anaknya yang berkebutuhan khusus tersebut tidak bisa bersekolah karena keadaan.
Untuk biaya perawatan sendiri Erma tidak bisa berbuat banyak, ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh bangunan.
“Kita hanya bisa merawat dengan seadanya karena kondisi keuangan juga tidak memungkinkan,” katanya berkaca-kaca.
Belum habis memikirkan biaya untuk penyembuhan Dana, ia dan suaminya juga masih harus memikirkan biaya untuk membayar biaya sewa rumah yang dikontraknya.
“Banyak yang harus ditanggung, sehabis memikirkan biaya berobat Dana masih ada pengeluaran untuk bayar kontrakan dan biaya anak sekolah,” katanya.
Erma mengaku mendapat bantuan Dinas Sosial perbulannya cukup membantu, Erma menceritakan di tahun 2008 yang lalu ia bersama suaminya membawa Dana menuju Kantor Dinas Sosial Kota Palembang.
Selanjutnya Dana mendapatkan bantuan uang tunai selama satu tahun penuh dengan pembayaran 4 bulan sekali.
Dalam 4 bulan pembayaran Erma menerima uang sebesar Rp. 1.200.000 ribu.#osk

x

Jangan Lewatkan

Akhir Oktober Nama Calon yang Diusung PPP di Pilgub Sumsel Keluar dari DPP PPP

Palembang, BP–Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum mengambil sikap. “Sebenarnya ini bukan tentang last minute ...