Home / Headline / SFC Minta PSSI Lebih Bijak

SFC Minta PSSI Lebih Bijak

Palembang, BP

 

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi mengancam akan membubarkan Liga 1. Itu aksi balasan dari 15 tim yang bakal mogok bermain, sebagai bentuk protes tidak transparan keuangan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) atas pengelolaan keuangan Liga 1.

 

Atas ancaman balik itu, Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris, Minggu (8/10), mengaku sangat kecewa mendengar hal itu. Apa yang disampaikan Ketua PSSI lebih mengedepankan emosi, ketimbang mencari jalan keluar sebagai pemimpin.

 

PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia, harusnya melihat penyebab dari terjadinya aksi dari 15 tim yang tergabung dalam Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia.

 

“Harusnya protes 15 tim ini ditanggapi lebih bijaksana, bukan malah emosi. Ketum PSSI harus netral,” katanya.

 

Pihaknya hanya berharap, sebagai Ketua dari induk sepakbola Indonesia, Eddy bersedia mendengarkan keluhan dan mencari jalan keluar terbaik buat sepakbola Indonesia.

 

“Karena tim-tim ini belum pernah di ajak berdialog,” katanya.

 

Sementara itu, Pelatih Kepala SFC Hartono Ruslan saat ditanya komentarnya soal ancaman Ketum PSSI membubarkan Liga 1, dia berharap hal itu tidak terjadi. Tapi bukan berarti mengabaikan apa yang menjadi harapan 15 tim ini.

 

“Saya pelatih, jadi kita ikut kebijakan manajemen. Tapi saya berharap, ada jalan tengah dari masalah ini. Liga 1 tetap berjalan dan PSSI dan 15 tim ini mendapatkan solusi yang terbaik,” jelasnya.

 

Dia berharap, perwakilan dari ke-15 tim yang meminta transparansi keuangan Liga 1 dan PSSI dapat duduk bersama dan mencari jalan keluar.

 

Dari pertemuan ini, pelatih dan pemain pastinya berharap ada solusi yang terbaik. Liga 1 musim ini dapat selesai tepat waktu dan musim depan pun Liga tetap bergulir.

 

“Kalau pelatih dan pemain pastinya berharap yang terbaik bagi sepakbola Indonesia. Baik tidaknya Timnas Indonesia juga ditentukan dari kompetisi kita di dalam,” jelasnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia.yang terdiri dari 15 dari 18 klub Liga 1 mengancam mogok bertanding sebagai reaksi mereka atas pengelolaan kompetisi sepakbola yang tak kunjung baik bersama PSSI dan LIB saat ini. Mereka menuntut agar PSSI dan LIB transparan dalam soal pengelolaan keuangan.

Menurut forum itu, PSSI dan LIB tak transparan menyampaikan kepada klub peserta Liga 1 tentang besaran nilai sponsor dan hak siar kompetisi. Forum tersebut juga meminta LIB dan PSSI mengembalikan surat kesepakatan sebagai peserta Liga 1.

Jika dalam waktu 14 hari tak ada penjelasan dari PSSI dan LIB maka 15 klub tersebut, memilih mogok bertanding. Liga 1 saat ini sudah memasuki pekan ke-27. Tersisa tujuh pertandingan lagi sebelum pungkas.

Menanggapi ancaman mogok 15 klub tersebut, Presiden Direktur LIB, Berlinton Siahaan, pada Kamis (5/10) mengatakan tak bisa menahan seruan boikot dari klub-klub tersebut. Berlinton, pun mengatakan jika mogok menjadi pilihan maka LIB tak bisa berbuat apa-apa.

Ketua Umum PSSI, Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi, pun menyampaikan demikian. Dia mengatakan jika mogok jadi pilihan maka tak ada jalan lain selain membubarkan Liga 1 musim ini. #zal

x

Jangan Lewatkan

Sumsel Siaga Musim Hujan

Palembang, BP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun ...