Home / Headline / Organda Desak Pemerintah Tutup Sementara Transportasi Online

Organda Desak Pemerintah Tutup Sementara Transportasi Online #Konflik Pengemudi Konvensional dan Online

Demo pengemudi angkutan konvensional di Palembang.

Palembang, BP–Konflik yang terjadi antara sopir angkot dan angkutan online di Kota Palembang hingga kini belum menemukan solusi. Pencabutan Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 oleh Mahkamah Agung (MA) memberatkan taksi konvensional.

Ketua DPC Organda Palembang H Sunir Hadi mendesak pemerintah untuk menutup sementara transportasi online atau dalam jaringan (daring) di Kota Palembang. Terlebih karena di provinsi lain saja pemerintah daerah mampu menutup operasional perusahaan transportasi berbasis aplikasi tersebut.

“Kita minta pemerintah menutup sementara operasional taksi daring ini. Memang yang berhak menutup Kementerian, tetapi ini bisa ditutup jika ada usulan dari Gubernur, jika gubernurnya mau,” kata Sunir, Rabu (4/10).

Baca:  Tiga Pembunuh Sopir Taksi Online Ditangkap

Mengenai tuntutan para sopir angkutan kota (angkot) yang belum lama ini menggelar demonstrasi di Pemprov Sumsel, menurut dia, surat tuntutan tersebut sudah dikirimkan ke pemerintah pusat. Namun, hingga kini belum ada respon.

“Jawaban dari pusat belum juga ada sampai sekarang. Untuk saat ini, kita meminta agar taksi online bersabar dan tetap menunggu,” jelasnya.

Meski belum ada jawaban dari pusat, kondisi di lapangan sejauh ini masih kondusif. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan Nelson Firdaus menjelaskan, konflik yang terjadi antara taksi angkutan konvensional dan taksi daring  masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat hingga 1 November 2017.

Baca:  Sopir Angkot Keluar Saat Mediasi Angkutan Konvesional dan 'Online'

“Surat tuntutan para sopir angkot sudah kita kirim ke pusat dan saat ini belum ada jawaban. Kita masih menunggu keputusan,” kata Nelson.

Berdasarkan pantauan Dinas Perhubungan Sumsel, sejauh ini hubungan sopir angkot dengan sopir taksi daring kondusif dan tidak ada friksi.

“Kita kerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang, langkah-langkah apa yang kita ambil. Kita akan rumuskan dengan pihak kepolisian juga, seperti apa mekanismenya,” tambahnya.

Baca:  Taksi Online di Sumsel Belum Kantungi Izin

Ia berharap sopir taksi daring untuk sementara ini jangan menjemput atau mengambil penumpang di lintasan trayek angkutan konvensional.

“Ini untuk menghindari kecemburuan antara taksi daring dan konvensional. Jadi taksi daring diminta tidak mengambil penumpang yang dilalui angkot. Kalau memang yang pesan di sekolah, dia harus masuk ke lokasi. Minimal jangan di pinggir jalan tempat angkot mengambil penumpang,” tukasnya.#pit/rio/idz

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lepas Jemaah Haji, Wabup Minta Doakan OKI

Kayuagung, BP–Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H.M. Djakfar Shodiq melepas jemaah calon haji berjumlah 286 orang plus petugas haji ...