Home / Headline / DPRD Sumsel Soroti Pembangunan Hotel Ibis

DPRD Sumsel Soroti Pembangunan Hotel Ibis

# Desak Pemkot Palembang Tindak Tegas Pengembang Hotel Ibis

 

Palembang, BP

Poto: Anggota DPRD Sumsel Anwar Hasan

Belum diambilnya tindakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel bahkan terkesan tutup mata atas beroperasi nya tower crane untuk pembangunan Hotel Ibis disikapi DPRD Provinsi Sumsel.
Padahal Plt Kepala Dinas Nakertras Sumsel. Hj. Dewi Indiarti melalui suratnya dengan tegas mengatakan jika tidak pernah mengeluarkan surat ijin pengoperasian tower crane pembangunan Hotel Ibis bahkan surat uji kelayakan pesawat angkat angkut sementara yang ditandatangi pengawas ketenagakerjaan,Suhadi tidak terigester pada Dinas Nakertras Sumsel.
Anggota Komisi V DPRD Sumsel Anwar Hasan BA, mengatakan, persoalan ini harus segera diselesaikan dengan baik jika tidak ingin kondisi ini akan merambah kemana-mana sebab posisi tower crane yang memang melewati areal lahan orang lain akan berdampak pada adanya masyarakat yang dirugikan.Selain itu, kondisi tersebut berdampak juga dengan hajat hidup orang lain.
Meskipun penyelesaiannya berdasarkan kesepakatan bersama
persoalan pengoperasian tower crane itu harus segera diselesaikan.
Kemudian, tindakan konkrit harus Sesegera mungkin diambil agar tidak menimbulkan keresahan yang berdampak luas pada masyarakat, apalagi aktivitas pembangunan tersebut berada dipusat kota.
Mengenai, adanya surat uji kelayakan mesin yang tidak teregister pada instansi yang berwenang seharusnya dideteksi lebih jauh jangan-jangan memang ada oknum yang “bermain”dalam persoalan ini. Karena soal tower crane ini bukan hanya dipakai Hotel Ibis tapi ada juga pengembang lain yang saat ini juga memakai sistem tower crane.
“Dinas terkait harus menjalankan tupoksinya berdasarkan aturan yang ada jika ada masalah respon dengan cepat”, kata Anwar Hasan saat dibincangi, Minggu, (8/10).
Dijelaskannya, semakin berdiam diri akan muncul persoalan baru yang tentu akan berdampak luas baik itu pada masyarakat yang merasa dirugikan atau pada tatanan birokrasi itu sendiri. Karena selagi tower crane masih berdiri pada lokasi bangunan tidak ada jaminan alat itu tidak beroperasi.
Kemudian Dinas Nakertras juga harus mengklarifikasi ke masyarakat soal adanya surat uji kelayakan mesin yang keluar tanpa teregister agar sistem birokrasi ini berjalan dengan transparan.
Sementara untuk pengembang seharusnya mematuhi aturan yang ada jika belum ada ijin jangan dioperasikan, patuhi prosedural yang ada untuk menciptakan suasana kondusif,apalagi Kota Palembang menjadi tuan rumah Asean Games 2018.
“Kita senang ada investor yang berinvestasi tapi bukan berarti investasi dengan melabrak aturan”, jelasnya.
Hal senada dikemukakan anggota DPRD Sumsel dapil kota Palembang, H Husni Thamrin berharap , pengembang dan investor yang melakukan aktivitas di kota Palembang harus mentaati aturan yang berlaku termasuk perizinan yang berlaku.

pembangunan Hotel Ibis

“Terkait perizinan pembangunan hotel Ibis yang dinilai bermasalah baik pihak Hotel Ibis dan Dinas terkait mengeluarkan izin itu , izin itu harus diperbaiki dan produk tersebut harus disempurnakan,” katanya,
Selain itu juga harus diberikan sangsi baik aparatur yang mengeluarkan izin dan pihak kontraktor atau pengembang Hotel Ibis diberikan sangsi sesuai tingkat kesalahan hingga yang terberat yaitu penghentian pembangunan Hotel Ibis itu sendiri.
Sebelumnya persoalan ijin tower crane pernah dipersoalkan Komisi IV DPRD Kota Palembang saat dilakukan rapat dengar pendapat bersama    PT Indo Citra Mandiri, (ICM),Komisi IV meminta dokumen semua perijinan tenaga kerja dan ijin operasional tower crane.
Hans Syaiful selaku Manager PT ICM mengklaim semua perijinan sudah lengkap hanya saja tidak disiapkan saat rapat. Namun, setelah diminta dokumen tersebut hingga berita ini diturunkan tidak ada dokumen yang dimaksudkan.#osk

Baca:  Sisa Utang Provinsi ke Kabupaten/Kota Tinggal Rp1,2 Triliun

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjaga Malam Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusuk

Palembang, BP Seorang penjaga malam, Indra Cahya,(35)  warga Jl. KH Wahid Hasyim Lorong Terusan Palembang ditemukan tewas dengan luka tusuk ...