Home / Headline / 4 Orang Sekeluarga Tewas Isap Gas Beracun

4 Orang Sekeluarga Tewas Isap Gas Beracun

Prosesi pemakaman korban tewas diduga akibat menghirup gas beracun, Jumat (6/10).

Lubuklinggau, BP–Satu keluarga berjumlah empat orang ditemukan tak bernyawa. Diduga akibat menghirup karbon monoksida (CO) dari asap genset yang dinyalakan di dalam rumah saat listrik padam, Jumat (6/10).

Keempat korban yakni pasangan suami istri, Candra (39) dan Elisa (38) serta kedua anak anak mereka, M Fahri Nizarullah Lisandra (10) dan M Afif Wahyu Ramadhan yang baru berusia tiga bulan.

Jasad para korban ditemukan tergeletak di dalam rumah mereka di Jalan Mandala, RT1, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau. Pertama kali jasad para korban ditemukan oleh saksi Bambang (37), adik ipar korban Elisa yang selama ini bekerja membuat perumahan di tempat korban Candra. Saat itu saksi datang untuk mengambil peralatan kerja dan kunci.

Karena setelah sekitar setengah jam tak dibuka kan pintu, meski sudah diketuk, akhirnya saksi dan tetangga korban yang merasa curiga dan membuka paksa jendela rumah korban dengan linggis.

Baca:  7 Orang Satu Keluarga Tewas Disambar Petir

Lalu setelah berada di dalam rumah saksi melihat tubuh M Fahri dengan posisi tertelungkup di ruang tamu dengan hidung mengeluarkan busa serta sekitar tubuh korban juga terdapat banyak muntah.

Di dekat korban juga tergeletak korban M Fahri dan Candra dengan posisi tertelungkup, mulut mengeluarkan darah serta dekat tubuh banyak muntah.

Aparat kepolisian dari Polres Lubuklinggau yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP serta menutup lokasi dengan garis polisi guna kepentingan penyelidikan.

Serta polisi juga mengamankan barang bukti berupa genset dengan bahan bakar sudah habis, namun kabel masih terhubung ke listrik dan bekas muntah korban.

“Saat datang dan masuk ke dalam rumah yang menjadi lokasi kejadian, dan penyidik dan Tim Identifikasi sempat mencium aroma gas sangat menyengat yang diduga berasal dari genset,” kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin.

Kemudian petugas juga membawa para korban ke RS Sobirin Lubuklinggau untuk dilakukan visum, sebelum dikebumikan dalam satu liang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Baca:  Mahasiswa Terjun dari Parkiran Lantai 9 RS RK Charitas

“Untuk sementara para korban diduga meninggal karena menghirup zat karbon mono oksida (CO) dari asap genset. Namun saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” tandasnya.

Terpisah, Hasan, ayah korban Candra mengaku sempat bermimpi dan di dalam mimpinya ia disapa putranya tersebutyang menanyakan ‘Bapak makan apa?’.

“Malam tadi saya bermimpi Can datang ke rumah. Saya merasa saat itu sedang memegang piring berisi nasi dengan lauk sayur dan telur, sedangkan satu lagi memegang gelas besar berisi kopi,” tuturnya.

“Kemudian Can datang dan menyapa saya, jadi saya terkejut sehingga piring dan gelas itu terjatuh ke lantai. Lalu saya terbangun dari tidur dan melihat jam sekitar pukul 12.00,” imbuhnya.

Kendati telah kehilangan anak, menantu dan kedua cucunya, namun Hasan sekeluarga mengaku ikhlas melepaskan kepergian keluarga tercintanya itu.

“Anaknya Can ada empat, nomor satu dan dua sekolah di pondok pesantren. Sedangkan anak ketiga dan keempat yang ikut meninggal dunia,” paparnya.

Baca:  Karyawan Pabrik Tewas Disambar Mesin Boiler Macet

Sementara saksi Bambang menuturkan, satu hari sebelum kejadian itu, Candra dan Elisa sempat meminta ia dan teman-temannya yang lain ikut bekerja untuk makan bersama.

“Kakak orangnya baik, sebenarnya hari ini (kemarin-red) dia minta kami semua makan bersama di rumahnya. Kami sangat merasa kehilangan beliau dan keluarganya,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Ari, tetangga korban mengungkapkan, bahwa korban Candra dan keluarganya memiliki kepribadian yang baik dan taat menjalankan ibadah.

“Beliau mungkin baru sekitar dua bulan pindah ke sini, tapi beliau sangat taat beribadah. Biasanya beliau sering azan di masjid,” katanya.

Dalam kesempatan itu Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe meminta semua pihak mengambil hikmah atas peristiwa ini.

“Kita tidak boleh menyalahkan siapapun, apalagi akibat mati lampu. Sebaiknya ini dijadikan introspeksi untuk kita semua, bahwa jangan menghidupkan mesin genset dalam rumah,” tandasnya.

Terlebih, ia melanjutkan, jika dilihat kondisi rumah cukup minim ventilasi, sehingga sirkulasi udara menjadi tidak lancar. “Memang perlu banyak ventilasi di rumah. Jadikan ini pembelajaran untuk ke depan,” pungkasnya. #kur

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...