Home / Headline / Terlilit Utang, IRT Jadi Bandar Sabu

Terlilit Utang, IRT Jadi Bandar Sabu

BP/IDZ

Palembang, BP–Direktorat Polair Polda Sumsel meringkus seorang bandar sekaligus pengedar serta dua orang penyalahgunaan narkoba di perairan Sungai Sembilang, Desa Sungsang IV, Dusun IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Senin, (2/10) sekitar pukul 21.30.

Tiga orang yang ditangkap tersebut yakni seorang ibu rumah tangga yang berperan sebagai bandar, Nirwana alias Menir (30), warga Desa Sungsang II, Lorong Salak, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Sedangkan dua orang penyalahguna yakni Darwin alias Wiwin (32) dan Erwin (30), warga Desa Sungsang II, Lorong Masjid Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Tersangka Menir mengaku dirinya terpaksa menjadi pengedar sabu karena terlilit utang. “Suami saya bekerja tapi kami banyak utang. Makanya saya jual sabu untuk menutupi utang suami saya,” aku Menir.

Baca:  Kapolres OI Akan Lakukan Tes Urine Berkala

Dirinya mengaku terakhir membeli sabu di GD pada Rabu 27 September seharga Rp1,2 juta. Dari hasil pembelian tersebut, sabu dibagi menjadi 30 paket kecil satu ji yang dijual beragam seharga Rp100-200 ribu.

“Jumlah tersebut paling lama habis selama 10 hari. Saya dapat untung Rp300.000,” ujarnya.

Direktur Pol Air Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Zahrul berujar, tiga orang tersebut digrebek anggota Pangkalan Sandar Semilang saat sedang berpesta sabu di lokasi kejadian yang merupakan rumah Menir. Dari tangan Wiwin ditemukan satu paket kecil sabu seharga Rp80.000.

Baca:  Pembobol Toko Diringkus Saat Isap Shabu

“Dari informasi masyarakat ada pesta sabu di TKP. Aparat pun bergerak untuk merigkus. Berdasarkan pengakuan Wiwin dan Erwin, sabu tersebut dibeli dari Menir yang juga menyediakan alat hisap sabu bong. Selanjutnya kami menggeledah rumah tersangka dan menemukan sejumlah barang bukti lain,” ujarnya saat gelar perkara, Kamis (5/10).

Saat penggeledahan, aparat menemukan barang bukti berupa 30 paket kecil sabu-sabu di kemas dalam wadah klip transparan, uang tunai Rp50.000 seperempat butir pil ekstasi, lima buah korek api, dua korek api gas, dan toples bertutup kuning.

Di dalam toples tersebut terdapat dua buah pirex dan dua buah jarum suntik. Selain itu pihaknya pun menyita satu bong yg terbuat dari botol minuman kemasan, serta tiga plastik klip kosong.

Baca:  Calon Kades Akan Dites Darah

Rumah panggung tersangka Menir diketahui selalu digunakan untuk oranh-orang mengonsumsi sabu. Kebanyakan pelanggan Menir adalah nelayan dan serang speedboat.

Tersangka Menir mengaku dirinya biasa membeli barang dari GD (DPO) di wilayah Sungsang.

“Saat kami mendatangi lokasi GD, tersangka sudah melarikan diri. Saat ini kami masih mengejar tersangka GD dan dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang,” jelas Robinson.

Tersangka diancam dengan pasal 114 Jo Pasal 112 jo pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dan diancam minimal hukuman penjara empat tahun. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

100 Ranjang Kelas III RSUD Siti Fatimah Dalam Proses Kerjasama Dengan BPJS

Palembang, BP Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)  berkunjung kerumah sakit milik Pemprov Sumsel RSUD Siti Fatimah pekan lalu di ...