Home / Bisnis / PT BA Belum Ciutkan IUP Masuk Hutan Lindung

PT BA Belum Ciutkan IUP Masuk Hutan Lindung

 

Ilustrasi/net

Muaraenim, BP–Manajemen perusahaan pertambangan batubara PT BA(Persero) Tbk Tanjung Enim hingga saat ini belum juga melakukan penciutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) miliknya yang masuk ke dalam kawasan hutan lindung.
Pemprov Sumsel melalui Dinas  Energi dan Sumber Daya Mineral telah menerbitkan surat kepada manajemen PT BA Tbk Tanjung Enim meminta melakukan penciutan wilayah IUP operasional produksi  perusahaan BUMN ini yang masuk dalam kawasan hutan lindung.
             
Surat yang ditujukan kepada Direktur Utama PT BA itu tertanggal 29 Agustus 2017. Isi surat tersebut meminta PT BA segera mengajukan permohonan penciutan wilayah IUP yang masuk di dalam kawasan hutan lindung tersebut. Dalam surat itu disebutkan juga,  PT BA belum mengajukan penciutan tersebut.
                  
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT BA(persero) Tbk Tanjung Enim Adib Ubaidillah, ketika dikonfirmasi awak media, sempat kaget. Namun ketika sebagian surat tersebut dibacakan awak media, akhirnya Adib dapat memahami isi surat tersebut.
                
“Masalah penciutan itu masih dalam proses. Surat itu terkait rencana penambangan PT Bukit Kendi, anak perusahaan PT BA,” jelas Adib kepada awak media pada acara silaturahmi dengan awak media, Rabu (4/10).
                 
Dia mengakui, sebagian operasional IUP PT Bukit Kendi masuk kedalam kawasan hutan lindung. Sehingga Pemerintah Provinsi Sumsel meminta  IUP nya diciutkan untuk mengeluarkannya dari kawasan hutan. “Bukit Kendi sudah tutup operasionalnya. Penciutan IUP itu tidak berpengaruh pada operasional PT BA,” jelas Adib.
               
Sekadar mengingatkan kembali, Tim Tipiter Mabes Polri pada tahun 2010 lalu, telah melakukan penyidikan penambangan batubara PT Bukit Kendi yang merupakan anak perusahaan PT BA Tbk Tanjung Enim. Penyidikan  tersebut, terkait  kegiatan panambangan itu diduga illegal, karena masuk kedalam kawasan hutan lindung, tanpa dilengkapi  izin pinjam pakai kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan.

Selama proses penyidikan, Tim Tipiter Mabes Polri, kala itu dipimpin langsung Brigjen Pol Suhardi Alius, telah menyegel seluruh kegiatan penambangan bukit kendi. Bahkan Mabes Polri telah menetapkan  Direktur  Utama PT Batubara Bukit Kendi, Mustav Sjab (Kala itu) sebagai tersangka dan ratusan orang lainnya diperiksa. Hingga akhirnya, kasus tersebut berlanjut ke proses persidangan dan menetapkan Direktur Utama PT Bukit Kendi bersalah menjalanai hukuman.akibat proses penyidikan dan polisi berhasil menetapkan tersangkanya dan di vonis bersalah oleh pengadilan mengaikbatkan hingga saat ini tambang PT Bukit Kendi belum juga dapat beroperasi kembali.#nur
x

Jangan Lewatkan

Kulineran di Hotel Berbintang Mulai dari Rp5 Ribu  

Palembang, BP Aziza Inn By Horison Palembang menawarkan menu makanan nusantara dengan harga yang cukup teejangkau. Dengan fasilitas kenyamanan hotel ...