Home / Headline / Lahan Gambut di Muba Jadi Peluang Bisnis Baru

Lahan Gambut di Muba Jadi Peluang Bisnis Baru

ilustrasi/mongabay

Jakarta, BP–Hampir separuh lahan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merupakan lahan gambut, terutama di Kecamatan Bayung Lincir Tungkal Jaya dan Lalan. yang pada 2015 dilanda kebakaran hutan dan lahan hebat.

 

Tidak ingin lahan tersebut menjadi lahan tidur, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi sesuai dengan visi dan misinya bersama Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin untuk menjadikan Kabupaten Muba kawasan pertumbuhan hijau, akan membuat lahan gambut di Muba sebagai ahan yang menghasilkan dan menciptakan bisnis baru.

 

Hal tersebut diketahui saat kegiatan Diskusi Panel Pendalaman Peluang dan Skenario Implemantasi Fasilitasi Investasi dan Model Bisnis Restorasi Gambut Melalui Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Kabupaten Musi Banyuasin yang digelar di Hotel Morrisey Jakarta Pusat, Kamis (5/10)  dan turut dihadiri Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) Dr Haris Gunawan, dan dihadiri  Mr Hiromatsu Kuno dari Japan International Coooperation Agency, Prof Mizuno dari Kyoto University, Peneliti Ekonomi dan Investasi Bisnis IPB Dr Nunung.

Baca:  Dinkes Muba Sharing Program Layanan PSC di Kota Bandung

 

“Setelah kami teliti lahan gambut di Kabupaten Muba ini bisa menjadi model bisnis baru yang bisa dikembangkan dan ini akan menjadi model bisnis percontohan di Indonesia,” ungkap Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut Dr Haris Gunawan.

 

Dijelaskan, di lahan gambut Kabupaten Muba nantinya akan cocok dikembangkan penanaman Nanas dan Pinang. “Selain itu, di lahan gambut Kabupaten Muba akan ditanam pohon kenaf sebagai bahan baku pembuatan kertas yang nantinya akan menarik minat investor ke Kabupaten Muba,” jelasnya.

Baca:  Bupati Dodi Reza Sampaikan LKPJ Tahun 2018 ke DPRD 

 

Sementara itu, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan luas lahan gambut di Muba kurang lebih 262.000 hektar, lahan tersebut tahun 2015 lalu hampir semuanya terbakar, dan alhamdulilah berkat perjuangan bersama dan ridho dari yang kuasa tahun 2017 kebakaran  tersebut tidak terulang lagi,

 

“Saya sampaikan bahwa pemerintah pusat perlu secepatnya memberikan solusi kebijakan kongkrit sehubungan restorasi gambut mau di bawa kemana lahan gambut Eks kebakaran tentunya di satu sisi tetap perlu dijaga agar tidak terbakar lagi tetapi juga tetap terbuka bagi akses masyarakat untuk berbudidaya dan cocok tanam di zona zona dan pastinya budidaya tanaman pangan dan non pangan yang bisa memberikan manfaat keekonomian kepada masyarakat setempat,” ujarnya.

Baca:  Kebakaran Rumah Warga di Batsu dan Sekayu, Tim Respon cepat Langsung Turun 

 

Selain itu ada hal penting lainnya yang di anggap penting dalam pendekatan investasi bisnis pengelolaan gambut yang pertama mesti dimulai dengan persayaratan data gambut yang defenitif (kedalaman, sebaran, kondisi eksisting penggunaanya saat ini) kedua data gambut yang mesti valid mesti di buat zonasisnya (lindung dan budidaya) ketiga keterlibatan semua pihak terutama pihak yang sudah beraktivitas di lahan gambut yang mesti mengikuti model zonasi yang di buat, kemudian legalitas lahan kelola terutama masyarakat, mesti diiringi dengan dukungan permodalan dan pendampingan best praktis, dan yang terakhir  perlu membentuk kelembagaan tingkat kabupaten dalam pengelolaan gambut untuk memperkuat pengawasan dalam implementasi zonasi dan pengelolaan lahan tanpa bakar termasuk mendukung teknologi alternatif tanpa bakar,” tutur Beni.#arf

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

FGD Rembuk Aktivis Se-Sumsel  Bahas Kisah Lama Hingga Aktivis Menjadi Pejabat

Palembang, BP   Focus Group Discussion (FGD) acara Rembuk Aktivis se Sumsel di hotel Benston berlangsung seru, Kamis (19/9). Berbagai ...