Home / Pendidikan / Pendidikan Karakter dan Penyalahgunaan Narkoba Dibahas Dewan Pendidikan

Pendidikan Karakter dan Penyalahgunaan Narkoba Dibahas Dewan Pendidikan

Seminar nasional dan rapat koordinasi Dewan Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Palembang, BP–Dewan Pendidikan Sumsel menggelar seminar nasional dengan tema implementasi pendidikan karakter dan penyalahgunaan narkoba di ballroom hotel Swarna Dwipa. Seminar dibuka oleh Gubernur Sumsel diwakili Joko Imam Santoso.

Pendidikan karakter yang sedang diimplementasikan di Indonesia merupakan wujud dari komitmen dalam pengembangan SDM di Indonesia. Bagaimana guru di sekolah secara praktis menerapkan pendidikan karakter karakter kepada anak anak . Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan terkait dengan pendidikan di Sumsel.

Pemprov Sumsel sudah sejak lama concern memajukan pendidikan di Sumsel ini. Sumsel adalah provinsi pertama di Indonesia yang memelopori program pendidikan gratis.

“Lalu sejak 3 tahun lalu kita tingkatkan menjadi kuliah gratis untuk putra putri Sumsel yang pintar tetapi kurang mampu secara ekonomi. Kita punya program beasiswa bagi para santri pondok pesantren untuk kuliah di Fakultas Kedokteran dan sudah banyak yg selesai, menjadi dokter. Kita memelopori pendirian SMA Negeri Sumatera Selatan sebagai SMA yang dikelola oleh provinsi. Sekarang model semacam ini telah menjadi kebijakan secara nasional. Alumni SMA Sumsel sudah banyak yang kita kirim ke luar negeri untuk melanjutkan studi di program S1, bahkan nanti ke S2 dan S3. Kita juga memberikan beasiswa bagi para guru dan dosen untuk studi lanjut S2 dan S3,” jelas Imam.

Baca:  Alasan Nikah, Banyak Siswa Muratara Tidak Ikut UN

Mengapa pemprov begitu concern memajukan pendidikan? Karena yakin bahwa kemajuan provinsi ini dan bahkan negara ini sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber daya insani yang unggul. Manusia-manusia yang unggul inilah yang akan menggerakkan pembangunan di segala bidang dan pada gilirannya akan mempercepat peningkatkan ekonomi negara, kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa. Untuk menghasilkan manusia-manusia semacam ini tempat yang paling ideal adalah lembaga pendidikan.

Manusia unggul yang dimaksudkan di sini tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga unggul dalam karakter. Maka tugas pendidikan tidak hanya mengembangkan potensi peserta didik menjadi cerdas, terampil, profesional, & berdaya saing tinggi, tetapi juga berkarakter mulia.

Baca:  Pra-Anggaran APBD 2016, PU, Pendidikan, Kesehatan Sedot Paling Banyak Anggaran

“Karena itu saya setuju sekali kalau dalam rakor Dewan Penddikan dan seminar hari ini tema yang diangkat adalah “Implementasi Pendidikan Karakter dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Saudara-saudara karakter ini penting sekali karena karakter yg baik tidak saja penting bagi karir seseorang, tetapi juga akan mendukung pembangunan dan kemajuan suatu negara. Karakter integritas, disiplin, tanggung jawab, etos kerja tinggi, motivasi berprestasi, harus diajarkan kepada peserta didik di semua lembaga pendidikan,” jelas Imam.

Gubernur menjelaskan, penyalahgunaan narkoba juga adalah persoalan gawat darurat di negeri kita. Penyalahgunaan narkoba bahkan sudah sampai ke desa-desa. Apa yg terjadi pada generasi pecandu narkoba di negeri kita yg sdh lebih dr 5 juta orang itu? Mereka inilah yg disebut “the lost generation“. Jangankan membangun negara dan menjadi solusi, menyelesaikan persoalan diri sendiri saja mereka tidak mampu. Generasi semacam ini malah menjadi beban bagi keluarganya bahkan beban negara.
Oleh sebab itu semua pemangku kepentingan pendidikan termasuk Dewan Pendidiian Sumsel harus menemukan konsep n strategi bagaimana mencegah peserta didik generasi muda kita dari sentuhan narkoba.

Baca:  Pra-Anggaran APBD 2016, PU, Pendidikan, Kesehatan Sedot Paling Banyak Anggaran

Selanjutnya, Gubernur berharap Dewan Pendidikan Provinsi dan kabupaten kota di Sumsel saya kira perlu dioptimalkan, baik peran sebagai advisory agency, supporting agency, maupun mediasi. Maka kegiatan rakor hari ini saya harapkan dapat memetakan berbagai persoalan riil pendidikan di provinsi ini dan sekaligus menawarkan konsep dan strategi untuk mengatasinya.

Jika semua pihak turun tangan, ujar Gubernur, memajukan pendidikan di Sumsel ini saya yakin berbagai target dan indikator kinerja di bidang pendidikan dapat kita capai dengan sukses. APK Pendidikan di Sumsel akan naik, khususnya APK pendidikan tingginya, dan pada gilirannya Indek Pembangunan Manusia (IPM/HDI) Sumsel juga akan meningkat. Dan yang lebih penting dari itu kita berharap ke depan tidak ada lagi putra putri Sumsel yang tidak sekolah atau putus sekolah atau berhenti kuliah di tengah jalan karena kelurangan biaya. Sekolah sekolah dan perguruan tinggi Sumsel kita harapkan mampu menghasilkan lulusan unggul, terbaik, dan berdaya saing tinggi. #fir

x

Jangan Lewatkan

UKB Incar Akreditas A di Tahun 2020

Palembang, BP — Sebagai salah satu kampus swasta terkemuka di Palembang, Universitas Kader Bangsa (UKB) terus melakukan upaya peningkatan kualitas ...