Home / Headline / Penerimaan Pegawai RSUD Sumsel Utamakan Tenaga Lokal

Penerimaan Pegawai RSUD Sumsel Utamakan Tenaga Lokal

H Rizal Kenedi

Palembang, BP–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumatera Selatan menerima ratusan orang pegawai baru, untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dan non medis.

Anggota Komisi V DPRD Sumsel H Rizal Kenedi mengatakan, peneriman pegawai untuk operasional RSUD ini dilakukan oleh pihak ketiga. Pengumuman penerimaan akan dilakukan secara terbuka dan diumumkan di media cetak maupun elektronik.

“Karena yang melakukan test dan lain-lainnya adalah pihak ketiga, nanti sifatnya kontrak, bukan tenaga honor karena sesuai dengan PP 48 Pasal 5 di mana pemerintah provinsi dan kabupaten kota itu tidak boleh lagi mengangkat tenaga honor. Jadi sifatnya outsorsing, karena untuk mengisi kondisi rumah sakit RSUD Provinsi yang awal 2018 ini selesai dan siap dioperasikan,” katanya, Selasa (3/10).

Sedangkan untuk tenaga PNS yang akan mengisi jabatan di RSUD Sumsel tetap mengikuti mekanisme yang ada. ”Artinya kuota PNS itu ditentukan oleh Menpan. Pemprov Sumsel mengajukan kebutuhan PNS terutama tenaga kesehatan salah satunya mengisi kebutuhan di RSUD Provinsi dan nanti di-ACC Kemenpan, baru ada seleksi. Yang seleksinya sama dengan PNS yang lain,” katanya.

Baca:  2017, RSUD Provinsi Sumsel Mulai Soft Opening

Pihaknya berharap, tenaga lokal diprioritaskan tetapi yang namanya sudah rekrutmen jika memenuhi persyaratan walaupun dia dari mana pun bisa ikut.

“Kita berharap agar lebih diutamakan dari masyarakat di Sumsel ini,” katanya.

Karena itu, Komisi V DPRD Sumsel akan terus mengawal tentang penerimaan pegawai RSUD Sumsel ini.

“Kami ingin penerimaan itu clear and clean tanpa ada intervensi ,” katanya.

Selain itu dia lupa total penerimaan pegawai RSUD Sumsel namun diakuinya memang sudah ada usulan tersebut.

“Kalaupun mereka prosesinya mungkin mulai berkerjanya awal tahun, bisa jadi, dan ini tergantung pengaruh anggaran. Artinya pengajuan anggaran yang diajukan nanti oleh Dinkes ke DPRD Sumsel dan akan dibahas oleh komisi IV DPRD Sumsel. Akan dilihat berapa jumlah anggaran dan siapa yang yang mau digaji,” katanya.

Baca:  2017, RSUD Provinsi Sumsel Mulai Soft Opening

Dan pihaknya memiliki rencana untuk memanggil pihak ketiga yang telah melakukan rekrutmen staf RSUD Sumsel.

Sebelumnya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin telah melakukan peninjauan satu per satu ruangan RSUD Sumsel yang hampir selesai dibangun, termasuk ruang-ruang kecil yang akan digunakan sebagai toilet rumah sakit, sembari memberikan berbagai masukan kepada tim pelaksana pembangunan.

Pihaknya, juga memintakan kepada tim pembangunan rumah sakit agar segera melakukan koordinasi dengan tim pembangunan LRT untuk mengkoneksikan antara stasiun LRT dengan rumah sakit ini.
Alex Noerdin juga mengungkapkan, peralatan kedoktera akan dibantu Kementrian Kesehatan melalui APBN yang jumlahnya sekitar Rp. 900 Milyar.

Baca:  2017, RSUD Provinsi Sumsel Mulai Soft Opening

“Jadi ini rumah sakit besar yang kita bangun dengan 11 lantai, berlokasi di tengah kota serta aksesnya jalan dan LRT,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini mengatakan, pengelolaan manajemen rumah sakit akan dikelola oleh Manajemen Operasional Rumah Sakit (MORS) mulai dari rekrutmen pegawai hingga pengaturan manajemen rumah sakit.

“Beberapa bulan ke depan akan segera dimulai rekrutmen pegawai melalui Mors dan yang pasti sebelum Asian Games 2018 operasional sudah dimulai. Jadi, selain rumah sakit dan peralatan yang bagus, tentu sumberdaya manusianya juga harus bagus, makanya kita menggunakan Mors. Untuk peralatan akan dibantu Kementerian Kesehatan melalui APBN, ini semua berkat langkah tepat Gubernur Alex Noerdin,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Pemerintah Tindak Angkutan Berat Masuk Kota Yang Tak Kenal Waktu

Palembang, BP Sebuah truk kontainer Hino dengan nopol BH 8007 ME menghantam mobil Grand Livina nopol BG 1751 DC tepat ...