Home / Olahraga / 56 Atlet Sumsel Berebut Tiket Peparpenas

56 Atlet Sumsel Berebut Tiket Peparpenas Incar Tujuh Keping Emas di Multievent Solo

SELEKDA: Para atlet disabilitas Sumsel dari berbagai cabang olahraga saat mengikut seleksi daerah jelang Peparpenas di Jakabaring Sport City (JSC), Selasa (3/10).

Palembang, BP– Jelang pesta olahraga multi event paling bergengsi Tanah Air, Pekan Paralimpyc Pelajar Nasional (Peparpenas) pada 9-14 Oktober 2017 mendatang di Solo puluhan atlet pelajar dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel menjalani seleksi daerah di Jakabaring Sport City (JSC).
Sedikitnya ada 56 atlet muda disabilitas Sumsel yang berebut tiket Peparnas yang akan diisi dengan kuota 24 atlet yang akan berlaga di multievent Peparpenas di Solo.
Dari 13 kabupaten/kota yang resmi memiliki Pengcab NPC dan pembinaan berjalan ada tiga kabupaten yang tak mengirim atletnya untuk selekda dengan alasan minim biaya. Sementara 10 kabupaten/kota mengirim atlet dari berbagai jumlah mulai dari 10 atket, 15 atlet dan lainnya di semua cabang olahraga.
“Ya, kita akan turun di lima cabang olahraga di Peparpenas yakni renang atletik, tenis meja, bulutangkis dan catur di Peparpenas nanti,”ujar Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Sumsel Ryan Yohwari usai meninjau selekda di Jakabaring Sport City (JSC), Selasa (3/10).
Trend positif prestasi atlet disabilitas belakangan ini menjadi modal agar pada Peparpenas musim ini yang dihelat di Solo tak mengulang luka lama pada Peparpenas 2015 lalu di Jawa Barat yang hanya meraih satu keping emas dan terjun bebas di urutan 23.
“Dulu saya belum pegang NPC. Saya berharap Peparpenas musim ini bisa mencapai 10 besar,”ujar Ketua Umum National Paralimpyc Committee (NPC) Sumsel Ryan Yohwari.
Sambung Ryan bahwa saat ini sendiri pihaknya telah melakukan seleksi berjalan dengan mamantau atlet yang masuk limit untuk menjadi wakil Sumsel pada Peparpenas kali ini. Semua atlet kabupaten/kota dilakukan pemantauan karena hal ini menjadi ajang kaderisasi atlet.
“Selekda ini kita paksakan, karena tak ada anggaran. Dinas Pendidikan Sumsel lempar ke Dispora sementara Dispora tak ada anggaran. Ya sudah dengan segala keterbatasan kita jalan,”keluhnya.
Dirinya berharap dengan membidik posisi 10 besar maka atlet diharapkan mampu memetik sedikitnya 7 emas pada multievent disabilitas ini.
Disinggung mengenai lawan berat, Ryan menyebut bahwa kekuatan atlet disabilitas Indonesia saat ini hampir merata. Pasalnya, banyak provinsi yang pemerintah setempatnya sangat serius mensuport atlet NPC.
“Tapi yang jelas Pulau Jawa jadi lampu kuning, tapi kita tak terlu takut. Dengan segala keterbatasan yakin saja kita berprestasi. Buktinya kita menyumbang hampir 20 persen medali dari ASEAN Para Games di Malaysia kemarin. Jendy dan Brijita saja masing-masing bawa pulang lima emas,” terangnya.
Prestasi atlet NPC Sumsel tersebut menurut Ryan agar bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi para atlet Peparpenas agar yakin bisa memberikan yang terbaik untuk Sumsel. #sug
Baca:  Hari Kedua Peparpenas Solo, Sumsel Borong Tujuh Medali
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Palembang Old Star Jamu PS SOS Jambi

  Palembang, BP Para veteran pesepakbola di Indonesia tampaknya tak mau pensiun untuk merumput kembali sebagaimana mereka lakukan saat usia ...