Home / Sumsel / PON Jadi Dua Tahun Sekali

PON Jadi Dua Tahun Sekali Baik Untuk Pembinaan

 

Palembang, BP–Wacana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Imam Nahrawi untuk mendongkrak prestasi atlet Indonesia di kancah internasional lewat percepatan PON dengan durasi dua tahun sekali, mendapat sambutan baik dari insan olahraga di Sumatera Selatan.

Wacana ini digulirkan Kemenpora setelah mencermati perkembangan prestasi SEA Games yang terus anjlok belakangan ini. Pasalnya, ruh dari prestasi selain pembinaan adalah kompetisi. Semakin banyak kompetisi maka akan semakin baik bagi atlet. Persoalannya adalah anggaran. Sumsel pasti siap, lalu bagaimana daerah lain?

Seperti disampaikan Kuiciong, pebiliar andalan Sumsel yang merupakan anggota pasukan Sriwijaya 2020. Menurutnya, wacana Kemenpora RI tersebut menjadi angin segar untuk memacu latihan para atlet. Pasalnya, waktu empat tahun di PON terlalu lama.

“Saya pikir bagus, karena atlet jadi lebih semangat. Jadi atlet banyak gak nganggur, paling Kejurnas dan menunggu sampai empat tahun lagi di PON,” terang peraih medali perak PON Jabar 2016 spesialis nineball ini.

Baca:  Jelang PON, Atlet Sumsel Mulai

Hal senada dikatakan Wulan, salah satu karateka andalan Sumsel yang tahun lalu tampil di PON Jabar. Menurutnya, multievent sekelas PON sangat berbeda dengan single event seperti Kejurnas. Sehingga jika PON digelar dua tahun akan baik untuk prestasi atlet.

“Kita memang butuh banyak kompetisi, karena gak cukup hanya latihan. Terutama PON, jika dua tahun baik bagi atlet,” jelasnya.

Pun disampaikan Saptono, pelatih menembak Sumsel, yang berhasil mengantarkan atlet besutannya mampu meraih dua keping emas dan dua perunggu di PON XIX Kota Kembang tahun lalu. Menurutnya, ini menjadi acuan atlet Indonesia untuk memperbaiki prestasi di internasional. Sebut saja SEA Games dan lain sebagainya. Hanya saja, jika PON akan digelar dua tahun sekali maka persiapan penprov cabor harus lebih giat lagi untuk mempersiapkan kekuatan Sumsel.

“Artinya satu Porprov satu PON untuk persiapan daerah. Saya pikir tak apa. Kita kan masih ada Kejurnas dan Kejuaraan Open lainnya. Ini bagus buat atlet untuk go international,” jelasnya.

Baca:  PON 2016 Menjadi Perang Saudara Bagi Takraw

Lantas bagaimana dengan Pengurus Cabor dan KONI Sumsel menyikapi wacana ini? Sekretaris Umum Federasi Karate Do Indonesia (FORKI) Sumsel Aliyuddin Asral menilai langkah Kemenpora RI ini sangatlah bagus untuk memperbaiki prestasi atlet di tataran internasional. Pasalnya, multievent Asia Tenggara SEA Games juga dihelat dengan durasi dua tahun sekali.

“Sangat bagus untuk percepatan regenerasi atlet. Porprov dan SEA Games kan juga dua tahun sekali. Dan ini membantu kesinambungan atlet,” jelasnya.

Sementara itu, mencermati wacana Kemenpora RI, Kabid Prestasi KONI Sumsel Syamsul Ramel mengaku bahwa seharusnya wacana tersebut perlu digodok lebih matang. Pasalnya, hal tersebut menyangkut pembiayaan di berbagai daerah karena merujuk APBD di masing-masing sangatlah berbeda.

“Saya pikir harus dikaji ulang. Kasihan di daerah-daerah lain yang APBD minim, NTB misalnya. Karena jika dua tahun sekali, maka pembiayaan harus dialokasikan dua tahun sekali,” jelasnya.

Baca:  Haornas, Enam Insan Olahraga Terima Penghargaan

Ramel menyebut Sumsel pada prinsipnya siap karena wacana itu digulirkan pascaPON Papua 2020. Artinya setelah Asian Games 2018 usai. Menurutnya dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumsel, hal tersebut dirasa tidak masalah karena semua bermuara pada percepatan prestasi.

Pasalnya, ruh dari prestasi selain pembinaan adalah kompetisi. Semakin banyak kompetisi maka akan semakin baik bagi atlet.

“Saya yakin Sumsel siap, apalagi itu kan setelah Asian Games 2018. Karena semakin banyak kompetisi semakin baik bagi atlet,” terang Kabid Prestasi KONI Sumsel Syamsu Ramel.

Kendati demikian, Ramel menyebut perlu dikaji lebih mendalam karena dengan PON dua tahun sekali maka nantinya setiap tahun ada PON jika dihitung. Misalnya tahun ini PON Remaja, tahun depan PON senior, kemudian lanjut lagi PON Remaja dan PON senior.

“Tentu akan banyak anggaran yang harus dikeluarkan daerah,” pungkasnya.#sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemimpin  Indonesia Tidak Lagi Suka Berbicara Sejarah

Palembang, BP   Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi)  Chapter Sumatera Selatan (Sumsel) yang baru menggelar deklarasi, Minggu (14/10) siang di ...