Home / Headline / Pemakaian Ground Anchor Ternyata Tak Sesuai Perencanaan

Pemakaian Ground Anchor Ternyata Tak Sesuai Perencanaan

BP/IST
Suasana saat pekerja pembangunan Hotel Ibis memotong ground anchor beberapa waktu lalu

Palembang, BP

Polemik soal Ground Anchor pembangunan Hotel Ibis Exs Bioskop Sanggar Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang sudah dicabut atau hanya dipotong terjawab sudah.
Ironisnya berdasarkan gambar kontruksi sebagai salah satu syarat diterbitkannya IMB tidak ada perencanaan pemakaian Ground Anchor sehingga pemakaian Ground Anchor disinyalir menjadi penyebab kerusakan tanah disekitar lokasi.
Ahli Kontruksi Geoforensik Manggala Pratama, Prof. Chaidir Anwar Makarim, Ph.D,.FCBArb, mengatakan sesuai dengan laporan investigasi kontruksi Hotel Ibis Palembang yang diterbitkan tanggal 23 Agustus 2017.
Bahwa berdasarkan survey lapangan yang dilakukannya tanggal 19 Juli 2017 sistem Ground Anchor terlihat masih terpasang pada dinding basement, hal ini dapat dibuktikan dengan foto yang dipotret saat survey.
“Selain itu, ada beberapa sistem Ground Anchor dirancang untuk tidak digunakan secara permanen, tetapi hanya untuk jangka waktu yang ditentukan (Temporary Ground Anchor),” katanya, Minggu (1/10).
Setelah jangka waktu tertentu, sistem Ground Anchor dapat diberhentikan dengan cara memotong kepala Ground Anchor yang menonjol didinding penahan tanah, dengan kata lain Ground Anchor tidak dicabut, hanya saja tidak lagi berfungsi.
Terakhir, pemotongan kepala Ground Anchor membuat sistem Ground Anchor menjadi tidak berfungsi, tetapi tidak menihilkan sisa Ground Anchor yang masih tertanam didalam tanah. Hal ini perlu diperhatikan mengingat sisa Ground Anchor tersebut menggangu keamanan dan kenyamanan ruang public ataupun ruang pribadi milik warga disekitar lokasi proyek.
Kondisi ini sejalan dengan Berita Acara (BA) pada tanggal 11 Oktober 2016,yang ditandatangani PT Mitra Kontruksi selaku kontraktor pembangunan Hotel Ibis dan disaksikan PT Indo Citra Mulia (ICM), anak perusahaan Thamrin Group serta pihak JM Group.
Dalam BA tersebut ditulis Ground Anchor sudah dilakukan pemotongan sebanyak tujuh titik. Tujuh titik tersebut terletak berbatasan dengan areal lahan milik JM Group.
Sementara itu Pengawas Kontraktor Mitra Kontruksi, Jajang membenarkan ada pemakaian Ground Anchor yang melewati lahan bangunan milik warga sekitar serta fasilitas umum tapi sejauh ini semua Ground Anchor sudah dicabut.
“Sudah dicabut semuanya, tidak ada yang tertinggal, boleh diperiksa” katanya.
Sedangkan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Palembang, H. Firmansyah Hadi, mengatakan semestinya, pihak-pihaknya yang akan mengomentari terkait Ground Anchor harus mengerti betul bidangnya, bukan hanya memberi komentar atas laporan saja sehingga tidak menimbulkan kerancuan atau kebingungan ditengah masyarakat.
Apalagi memberi komentar yang tidak melihat secara langsung ke lokasi tentang Ground Anchor pembangunan Hotel Ibis ini, sudah dicabut atau hanya dipotong.
Saat sidak pertama ketika dinding basement belum dicor masih bisa terlihat kalau Ground Anchor itu hanya dipotong kepalanya saja karena masih jelas terlihat bekasnya muncul.
“Kalau berkomentar tanpa adanya pembuktian, itu namanya kebohongan publik, kita dorong PH PT SBA mengambil langkah hukum terkait persoalan itu”, kata Firmansyah.
Dijelaskannya, langkah hukum memang perlu dilakukan, mengingat kerusakan yang sangat progresif terjadi sebagai dampak dari pemasangan Ground Anchor untuk pembangunan basement Hotel Ibis itu. Selain itu saat pemasangan Ground Anchor saja persoalan sudah muncul.
Sembunyikan pesan asli
Faktanya, ada tanah longsor hingga 20 meter pada lahan JM Group, tanah dibawah tiang PLN juga terlihat amblas, Pos Polisi Sanggar terlihat permukaannya turun hingga 45 centimeter, Jalan Rupit juga terlihat amblas bahkan sebagian terlihat retak dan rusak.
Bagaimana, jika Ground Anchor itu nanti dicabut menurutnya tentu ada dampak yang signifikan.
Seharusnya menurutnya pihak pengembang dalam hal ini Thamrin Group menyadari ini dan sejak awal diantisipasi sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Apa yang dibilang oleh kuasa Hukum PT.SBA,itu benar. Karena Ground Anchor yang menancap ke lahan miliknya PT.SBA , saat kita melakukan sidak itu kita lihat benar tidak dicabut, melainkan hanya di potong,” katanya.#osk/pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Keberadaan Lampu Merah Depan Kantor Pos Besar Di Tinjau Ulang

Palembang, BP Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)  Elianuddin HB mendesak kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah kota Palembang ...