Home / Olahraga / ‘Dendam’ PON Jabar, Silat Incar Emas di Papua

‘Dendam’ PON Jabar, Silat Incar Emas di Papua

Sekretaris Umum IPSI Sumsel Drs Darlis

Palembang, BP– Perhelatan multievent Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Tanah Papua 2020 yang akan datang menjadi incaran semua cabang olahraga di Tanah Air. Pun juga main sport yang ada di Sumsel. Pasalnya, multi event paling bergengsi Nusantara ini akan menjadi ajang ‘balas dendam’ prestasi pada PON di Tanah Legenda 2016 sebelumnya.
Termasuk, cabang olahraga pencak silat Sumsel yang mulai menggodok persiapan jauh sebelum kompetisi multi event bergengsi ini. Benar saja, salah satu cabang olahraga bela diri ini akan membidik kepingan emas untuk mengulang kejayaan PON Kaltim merebut medali emas sebagaimana dipersembahkan Yesi Abdi yang saat ini anggota Polri di Kesatuan Polresta Palembang.
“Kita akan evaluasi, bagaimana pun kita harus menargetkan minimal satu emas di PON Papua nanti. Dan skuat dan strategi akan kita siapkan,” ujar Sekretaris Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumsel Drs Darlis, Minggu (1/10).
Menurutnya target ini bukan Pekerjaan Rumah (PR) berat jika persiapan tiga tahun jelang kompetisi benar-benar maksimal. Bukan hanya keinginan pada masa kejayaan PON Kaltim 2008 tapi juga PON Palembang pada 2004 lalu.
Apalagi, Deni pemegang medali perak di PON Jawa Barat tahun lalu masih belum terpaut usia dan kembali akan memperkuat Sumsel pada PON Papua 2020 mendatang. Sehingga ajang belas dendam prestasi mampu diraih Sumsel.
“Dan kuncinya adalah di kekuatan atlet. Makanya persiapan saat ini, IPSI Sumsel tidak akan hanya mengandalkan pemetaan dan jam terbang dari Porprov saja, tapi kita akan siapkan juga melalui Sirkuit Competition,”jelas Darlis.
Lewat Sirkuit Competition yang akan dihelat akhir tahun ini maka pemetaan kekuatan atlet lebih maksim karena melalui serangkaian kompetisi dengan tiga kali putaran. Baik itu di level remaja maupun level senior yang muaranya nanti akan dipersiapkan untuk merebut tiket PON sebagai syarat tampil di ajang PON Papua.
Artinya, usai Porprov berakhir pada November 2017 mendatang maka pesilat Sumsel dari 17 kabupaten/kota kembali akan diuji di ajang Sirkuit Competition di semua kelas dan spesialis masing-masing pesilat.
“Jadi terus, latihan-kompetisi, latihan-kompetisi. Karena latihan tanpa kompetisi jangan harap bisa mencetak atlet profesional. Sehingga mereka tumbuh bukan hanya saat sparing bersama rekannya tapi juga lawan tanding,”tegasnya.
Oleh karena itu, tahun depan Pengurus IPSI Sumsel akan merekomendasikan skuat silat Sumsel untuk masuk dalam program Sriwijaya 2020 sebagaimana didengungkan KONI Sumsel untuk persiapan PON Papua. Pasalnya, skuat Sriwijaya 2020 juga akan mengalami promosi dan degradasi, jika atlet terus jeblok dari tiga kompetisi maka akan dilakukan evaluasi.
“Jadi, ini kan kompetisi maraton dari Porprov kemudian Sirkuit Competition dan tahun depan dilanjutkan Kejurnas. Hasil terbaik akan kita rekomemdasikan ke KONI masuk dalam skuat Sriwijaya 2020,”harapnya.
Pasalnya, PON Papua menjadi harapan besar bagi Sumsel setelah merosotnya tiga kali multi event PON sehingga luka lama diharapkan terobati dengan prestasi harapan di Tanah Papua. “Silat berjaya di Sumsel dan PON Kaltim, kenapa Papua tidak. Makanya kita targetkan full team 19 nomor bisa lolos PON,”pungkasnya. #sug
Baca:  Porprov Persiapan Untuk Pra-PON
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Melihat Aksi Pendekar Wushu di Lapangan Futsal

Palembang, BP Pembukaan Kejuaraan futsal biasanya identik dengan free style atau aksi para dancer. Namun, tidak pada aksi pembukaan Kejuaraan ...