Home / Palembang / Nikah Massal Akan Dimeriahkan oleh Tanjidor

Nikah Massal Akan Dimeriahkan oleh Tanjidor

Suasana nikah massal di BKB beberapa waktu lalu. (IST).

Palembang, BP — Jika setiap tahunnya nikah massal dilakukan di Benteng Kuto Besak (BKB), tahun ini sedikit lebih berbeda sebab acara resepsi pernikahan itu dilakukan di Kambang Iwak setelah sebelumnya diarak dari kantor Pemkot Palembang.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Palembang, Reza Pahlevi mengatakan, nikah massal ini untuk memfasilitas bagi mereka yang belum menikah tetapi tidak memiliki kecukupan biaya. Kemudian untuk menggerus jumlah pasangan yang telah menikah tapi tidak tercatat secara hukum.

 

“Jika selama ini nikah massal dilakukan di BKB, tahun ini pindah di KI. Tidak di tempat seperti tahun lalu ini karena untuk mencari suasana baru. Kegiatan nikah massal ini dilakukan pada Selasa, 10 Oktober 2017,” katanya, Jumat (29/9).

 

Ia mengatakan, pada pagelaran nikah massal ini, rencananya akan dimeriahkan dengan arak-arakan pengantin yang diikuti oleh kesenian Tanjidor juga Marching Band. “Untuk lebih memeriahkan maka diiringi dengan kesenian itu,” jelasnya.

 

Menurutnya, akibat masih kurangnya administrasi pihaknya terpaksa mengundur jadwal kegiatan nikah massal menjadi bukan mendatang setelah sebelumnya direncanakan akan dilakukan pada September ini. “Ada penyesuaian jadwal kesiapannya, termasuk surat menyurat dari kemenag yang saat ini masih diurus,” terangnya.

 

Dikatakannya, pada tahun ini, pasangan menikah tidak ada gadis dan bujang. Mereka semuanya adalah pasangan yang telah menikah tetapi belum memiliki buku nikah. Maka, sebelumnya, pasangan ini harus sidang isbat di Pengadilan Agama. “Sidang ini dilakukan untuk mendapatkan Buku Nikah karena sebelumnya pasangan tersebut tidak menikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) sehingga tidak tercatat,” katanya.

 

Reza mengatakan, pasangan yang telah menikah tetapi belum memiliki surat nikah ini pun sudah melakukan sidang isbat di pengadilan agama. Maka, dari sidang isbat tersebut ada sebanyak 13 pasangan yang gagal mengikuti nikah massal. “Mereka tidak lulus karena tidak bisa menghadirkan saksi dan tidak bisa menunjukkan bukti cerai untuk pasangan yang sudah menikah lagi,” katanya.

 

Awalnya, pihaknya mengajukan sebanyak 50 pasangan untuk mengikuti sidang isbat namun karena tidak lulus di saat sidang isbat kini yang tersisa ada 37 pasangan yang akan mengikuti kegiatan nikah massal tersebut. “Tahun lalu pun ada sebanyak 50 pasangan yang mengikuti nikah massal,” katanya. #pit

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Digelar 16-25 Agustus, Sumsel Expo Dimeriahkan Artis Ibukota

Palembang, BP — Sumatera Selatan Expo 2018 yang merupakan agenda rutin setiap tahun akan digelar mulai 16-25 Agustus mendatang, di Dekranasda ...