Home / Headline / Polisi Sita 23 Ton Garam Ilegal

Polisi Sita 23 Ton Garam Ilegal

Petugas menyegel gudang penyimpanan garam yang diduga ilegal dengan memasang garis polisi, Kamis (28/9).

Palembang, BP–Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel menggerebek gudang penyimpanan garam yang diduga ilegal di Jalan Talang Keramat, RT8/3, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Kamis (28/9).

Sebanyak 23 ton garam tanpa izin edar dari BPOM disita dari dalam ruko yang berada tepat di depan SDN 24 Kecamatan Talang Kelapa.

Garam tersebut disusun dalam kemasan tiga kilogram, yang dibagi lagi menjadi bungkus kecil. Dikemas dalam wadah plastik bening seberat 150 gram dan 300 gram.

Selain barang bukti 23 ton garam yang disita, polisi juga turut mengamankan tiga orang warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang merupakan pegawai distributor tersebut.

Salah satunya yakni Sukari (46), yang mengaku telah dua tahun mengedarkan garam tersebut di Sumatera Selatan. Dirinya bersama dua rekannya tinggal di dalam ruko dua tingkat tersebut.

“Kami edarkan ke pasar-pasar di Palembang, Banyuasin hingga ke Sungai Lilin, Musi Banyuasin,” ujarnya.

Ia mengaku tidak tahu menahu terkait segala izin yang diperlukan terkait kegiatan niaga yang dilakukannya. Karena berdasarkan perintah atasannya yang disebutnya bernama Rudi, dirinya dan dua rekan lainnya tidak perlu memikirkan hal tersebut. Seluruh izin telah diurus dan mereka hanya tinggal bekerja saja. “Kami jual Rp11.000 sampai Rp15.000 per kemasan tiga kilogram ke toko sembako di setiap pasar,” tuturnya.

Menurutnya, sebelum penyitaan tersebut, pihaknya pernah didatangi oleh penyidik Polda Sumsel yang menanyakan surat izin yang dimilikinya.

“Saya kasih surat-surat yang ada, tapi saya tidak tahu persis surat apa itu. Saya hanya diperintahkan oleh bos untuk menjual dan mengedarkan garam itu,” ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, garam konsumsi bermerek GMJ tersebut diproduksi oleh pabrik UD Gajah Duduk, yang beroperasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ruko yang digrebek merupakan gudang distribusi pabrik tersebut.

Penyelidikan berawal dari temuan produk yang telah beredar di masyarakat tidak tercantum izin edar, serta ketentuan lain yang seharusnya dicantumkan.

“Setelah berkoordinasi dengan Balai POM, ternyata benar bahwa produk tersebut tidak ada izin edarnya. Oleh karena itu kami melakukan penindakan,” ujar Rudi.

Dari temuan tersebut, pihaknya akan memeriksa lebih lanjut terhadap tiga saksi yang merupakan pegawai distributor tersebut dan melakukan uji laboratorium terhadap kandungan garam itu sendiri.

“Yang terpenting akan ditelusuri kandungan yodiumnya, apakah sesuai dengan persentase yang seharusnya atau tidak. Karena akan berbahaya untuk dikonsumsi apabila kandungannya tidak sesuai,” jelasnya.

Selain itu pihaknya pun akan menelusuri siapa pemilik usaha yang memperdagangkan garam tersebut. Pihaknya juga akan memanggil pemilik yang diketahui merupakan warga Kabupaten Pati untuk dimintai keterangan.

“Untuk barang yang sudah beredar akan ditindaklanjuti setelah hasil uji laboratorium keluar. Ditarik atau tidak, kita lihat hasil uji lab nanti,” kata Rudi.

Apabila terbukti melanggar, ia melanjutkan, maka para pelaku akan dijerat Pasal 142 Jo Pasal 91 ayat 1 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan serta Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1a UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Selain itu Rudi juga mengimbau masyarakat untuk pintar dan cerdik dalam berbelanja.

“Lihat kemasan makanan yang sesuai dengan ketentuan, seperti label halal dan masa berlaku untuk keamanan diri sendiri dalam mengonsumsi produk,” imbaunya. # idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Akbar Otak Pelaku Perampokan Disertai Pembunuhan Sofyan Diringkus

Palembang, BP Buron selama sepuluh bulan, Suhaili (37) alias Akbar alias Atok otak pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap Sofyan sopir ...