Home / Headline / Kisah Romi Herton, Dari Pengusaha SPBU Hingga Jadi Walikota Palembang

Kisah Romi Herton, Dari Pengusaha SPBU Hingga Jadi Walikota Palembang

H Romi Herton dalam salah satu kunjungan kerjanya saat masih menjadi Walikota Palembang. Foto: Ist

Palembang, BP–Sebelum menapaki dunia politik secara langsung dengan bergabung di PDIP, Romi dikenal sebagai pengusaha di bidang konstruksi. Ia juga memiliki beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palembang dan sekitarnya. SPBU itu di antaranya ada di jalan Soekarno-Hatta dan KM 12. Sangat mudah mengenali SPBU milik Romi karena di depan kantor manajemen SPBU selalu terpampang jelas nama H Romi Herton, SH, MH dengan huruf timbul berwarna merah. Satu lagi, suami dari H Masyito ini juga memiliki ‘kios minyak’ di jalan Demang Lebar Daun.

Di luar itu Romi sangat aktif dalam organisasi profesi dan kemasyarakatan. Sebagai orang dengan latar belakang dunia usaha, ayah dari empat orang putra dan putri ini pernah memimpin DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Sumsel, Ketua DPD Gapensi Sumsel.
Sementara ilmu di bidang politik dan organisasi ia tempa di Pemuda Panca Marga, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Bahkan sebagai salah seorang ‘jawara’, alumni magister hukum Universitas Sriwijaya ini pernah menjadi Ketua Pengurus Daerah Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi).

Baca:  Kenang Sosok Romi Herton, Ratusan Siswa SDN 143 Gelar Yasinan 

Romi dikenal oleh sejumlah rekannya sebagai sosok berani dan tegas. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa menguatkan dugaan ketegasan itu. Sebagai seorang yang baru terpilih dan resmi diangkat sebagai walikota pada 21 Juli 2013, Romi langsung tancap gas membenahi kota Palembang. Karena dia ingin mencicil mimpinya mewujudkan Palembang Emas 2018, sebagaimana tercantum dalam visi-misinya bersama H Harnojoyo.

Bahkan ketika baru saja diambil sumpah sebagai Walikota, ia segera bergegas melihat kebersihan kota maklum Palembang saat itu sedang bersiap menyambut perhelatan Islamic Solidarity Games (ISG). Ia mengaku menemukan 47 titik penumpukan sampah yang harus segera dibersihkan dengan mengerahkan seluruh truk sampah dan personilnya. “Seminggu ini urusan sampah harus beres,” kata Romi kala itu.

Romi kadang sering turun langsung kelapangan tanpa kenal jam kerja tidak peduli malam ataupun siang. Sosok kerap berkumis tebal ini juga mengerahkan staffnya mulai dari lurah hingga Sekretaris daerah sekalipun untuk bergerak. Kebersihan pasar, kelancaran lalu lintas dan tertib pelayanan masyarakat merupakan hal yang menjadi perhatian utamanya. Bila menemukan ketidakberesan, ia langsung menegur bahkan memarahi bawahannya.
Bahkan karena dinilai kurang cakap menjadi stafnya, Romi tidak segan untuk menggantinya dengan pejabat yang dinilai lebih cakap. Tak urung belum lama menjabat walikota ada beberapa pejabat yang menjadi korban ketegasannya. Sehingga itu pula ada beberapa pejabat yang memilih pindah kedaerah lain karena mungkin takut menjadi korban berikutnya.

Baca:  Harnojoyo Jemput Jenazah Romi Herton

Ayah dari Gerry, Nezzia, Aurelia dan Aron memiliki sikap sebagai pemberani. Ia berani melawan ketidakcocokan apa yang menurutnya tidak benar. Dalam sebuah riset kecil, pernah suatu waktu, di dalam sebuah agenda inspeksi mendadak (sidak), ia meminta stafnya untuk membongkar sebuah bangunan megah di pinggiran Sungai Musi.
Bangunan yang telah ada semenjak pemerintah sebelumnya itu dinilai menyalahi aturan karena dibangun secara permanen di area ruang terbuka hijau. Bangunan yang sekarang berfungsi sebagai restoran itu menurutnya merusak pemandangan karena disampingnya telah berdiri megah jembatan Ampera sejak puluhan tahun silam.
Sementara itu disebarang sana terdapat sebuah perkampung tempo dulu yaitu kampung kapiten.

Baca:  Tempat Persemayaman Jenazah Romi Herton Telah Siap

Nama Romi Herton sudah cukup dikenal masyarakat di Palembang, sehingga wajar ia berani maju dalam pemilihan walikota berdampingan dengan Harnojoyo. Sebelumnya ia merupakan wakil dari Walikota Palembang H Eddy Santana Putra di pemerintah yang sama untuk priode 21 Juli 2008-21 Juli 2013. Setelah sempat kalah 8 suara dari pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana versi hitungan KPU kota Palembang, akhirnya pada Senin, 20 Mei 2013, Romi-Harno menang dengan selisih 23 setelah berpekara di Mahkamah Konstitusi (MK).

Meskipun menduduki kursi BG 1 A dengan segala kontroversinya tetapi secara hukum dan fakta pengusaha muda itu adalah walikota Palembang priode 2013-2018. Sayangnya, belum usai masa jabatannya, pada Desember 2014, Romi harus meninggalkan jabatannya karena terbukti menyuap ketua MK Akil Mochtar dalam perkara sengketa hasil pemilihan walikota. Di Pengadilan ia divonis 7 tahun penjara.

Akhirnya Walikota Palembang terpilih periode 2013-2018 itu menhembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hermina Serpong, Tanggerang Selatan akibat serangan jantung sekitar pukul 02.45.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Berebut Penumpang, Sopir Bus Kota Dihabisi Rekan Seprofesi

Palembang, BP–Diduga persoalan berebut penumpang, Febri (42) sopir bus kota jurusan Kertapati-KM 12 tewas dikeroyok sesama sopir di depan Hotel ...